21 May 2013 | 20:49:52

news

[VIDEO] Ratusan Meter Kubik Sampah Diangkat dari Waduk Pluit

oleh Yudhi Wibowo

Anterior

news

Darin Mumtazah Pindah ke Kontrakan Mewah 8 Bulan Lalu

oleh Widji Ananta

Próxima

Hindari Tawuran, Sekolah Harus Direlokasi

Tawuran Pelajar | oleh Rochmanuddin
Posted: 25/09/2012 13:48
Hindari Tawuran, Sekolah Harus Direlokasi
Ilustrasi tawuran.
Liputan6.com, Jakarta: Masalah tawuran pelajar, sepertinya tak pernah tuntas diselesaikan, khususnya di Jakarta. Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan, penyebab utama tawuran pelajar akibat adanya pembiaran dari Pemerintah.

"Masalah tawuran pelajar sebenarnya ada pembiaran. Jadi harus ada langkah tegas dari Pemerintah, Kemendikbud dan juga Dinas Pendidikan Provinsi DKI," ujar pria yang akrab disapa Kak Seto, menanggapi insiden tawuran pelajar SMU 70 dan SMU 6 Jakarta yang menewaskan seorang pelajar, Jakarta, Selasa (25/9).

Menurutnya, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya tawuran antara kedua sekolah tersebut adalah merelokasikan gedung sekolahan. Kedua, Pemerintah harus membenahi kurikulum yang diserahkan kepada masing-masing sekolah. "Jadi bukan kurikulum nasional. Misalnya, kurikulum yang dapat membangun keramahan pelajar," ujar pemerhati anak ini.

Kompetensi guru juga, kata dia, sangat penting dalam upaya mengatasi persoalan ini. Misalnya, bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan anak didiknya. "Jangan sampai hanya mengajarkan teori saja, tetapi implementasi lebih penting."

"Misalnya, soal pelajaran olahraga, bukan saja mengarkan bagaimana teknik olahraga yang baik, tetapi juga bagaimana membuat si anak ini giat sekolah dan berolahraga. Sama halnya pendidikan agama, yang penting bagimana implementasinya," lanjutnya.

Menurut Seto Mulyadi, masalah tawuran pelajar memang cukup kompleks. Alhasil, semua pemangku kepentingan (stakeholder) dan pihak terkait harus berperan. Selain pemerintah, guru dan orang tua harus terlibat. "Pernah saya mendengar dari orang tua murid, tawuran itu biasa, namanya juga anak laki. Ini kan sudah salah."

Tak hanya itu, keterlibatan alumni juga penting dalam mengatasi masalah ini. Selama ini, kata dia, tidak sedikit alumni sekolah yang ikut terlibat dalam tawuran sekolah. "Jadi ada pihak yang ikut ngompor-ngomporin, contohnya alumni, ini sering terjadi," ujarnya.

Karena itu, Ka Seto menegaskan, pemerintah dan pemangku kepentingan harus melakukan koreksi, ketegasan dan keseriusan mengatasai masalah ini. (ARI)
5 Komentar Untuk Artikel Ini
dodi @ 2012-09-28 08:43:05
sma 1 dan 3 stm ga direlokasi jg skrg bisa damai2saja... pdhl sblm'nya raja tawuran... mgk tempatnya tdk pas buat bisnis ya..jadi ga ada yg usul relokasi ? {eh kak seto..sblm coment habis pengusaha mana?}
dodi @ 2012-09-28 08:40:23
gimana kalo blok m saja yg direlokasi..dipindah ke nagelang misalnya [disini sepi mgk kl ada blok m bisa jadi rame dan siswa2 sma 70 dan 6 bisa tenang belajar
Darodjatun Hidayat @ 2012-09-26 07:51:46
Bila karena seringnya tawuran antar pelajar di 2 sekolah tsb terus di relokasi, bisa bisa 2 sekolahan tsb nantinya menjadi Super Mall dan sejenisnya.
zn.oke @ 2012-09-25 15:25:36
masih jd pelajar aja udah main hantam aja, gmn nanti klo sudah terjun kemasyarakat ,, bisa bunuh2 an .. ayo bagi para sesepuh, guru, ortu arahkan anak2 saling kasih dan sayang kepada sesama ..
saptha @ 2012-09-25 15:06:47
maaf Kak Seto, Anda Salah! menurut saya penyebab utama dari semua ini adalah tidak adanya penerapan BUDIPEKERTI dan PANCASILA secara utuh dan benar ke seluruh elemen masyarakat INDONESIA, khususnya kepada generasi muda (pelajar).
Gunakan Account Facebook atau Twitter Anda untuk Memberi Komentar

  
Follow Us Facebook Twitter RSS
Valas
Kurs Jual Beli
EUR 12723 12541
USD 9742 9678
JPY 99 97