by

Ada Dua Penyebab Golput

  • Ibukota
  • 0
  • 19 Jul 2012 13:42
Liputan6.com, Jakarta: Tak sedikit warga Jakarta yang golput alias tak gunakan hak pilihnya pada Pemilukada DKI putaran pertama. Fenomena golput itu akan selalu ada di setiap pemilu di seluruh dunia.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI, Ramdansyah, ada dua penyebab yang membuat warga golput.

"Pertama golput by choices (pilihan) dan golput by accident," ujar Ramdansyah, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (19/7).

Ramdansyah menjelaskan, golput by choices atau pilihan politik merupakan sikap golput yang sudah menjadi pilihan seseorang yang tak bisa diganggu gugat. Hal ini disebabkan munculnya sikap apatis pemilih terhadap para calon kandidat Pemilukada DKI Jakarta 2012.

"Itu didasari karena ketidakpercayaan terhadap kandidat yang berlaga. Golput by choices ini biasanya mencapai 10 sampai 20 persen, itu sudah biasa," jelas Ramdansyah.

Selanjutnya, kata Ramdansyah, golput by accident merupakan peristiwa yang diduga maupun tidak diduga. Salah satunya terkait distribusi surat undangan kartu pemilih yang sudah ditetapkan dalam aturan KPU.

"Aturan distribusi itu minimal surat undangan kartu pemilih tiga hari sebelum hari 'H'. Kejadian kemarin, surat undangan baru terdistribusi satu hari, bahkan pada hari 'H' sekali pun. Ini yang menyebabkan suara golput," jelasnya.

Lebih lanjut, Ramdansyah mengatakan, jika dibanding Pilpres 2009, banyak ditemukan persoalan warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Akibatnya, tetap membuat rancu pemutakhiran data penduduk dari tingkat DPS menjadi DPT.

"Kejadian Pilpres 2009 soal warga yang tidak masuk DPT itu berkepanjangan hingga pada Pilkada DKI Jakarta 2012," tandasnya.

Ramdansyah menambahkan, jika dibandingkan Pemilukada DKI sebelumnya, tingkat golput memang menurun. Jika Pemilukada kali ini angka golput 40 persen, Pemilukada 2007, sekitar 46 persen.(MEL)
Comments
Sign in to post a comment