Warga Tionghoa Gelar Ritual Jut Bio

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 25 Jun 2012 04:48
Liputan6.com, Bantul: Untuk kali pertama, warga Tionghoa di Yogyakarta menggelar ritual Jut Bio dalam tradisi Perayaan Pehcun di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (24/6). Mereka mengarak patung Dewa-Dewi yang sengaja dikeluarkan dari kelenteng, mulai bibir Pantai Parang Endok hingga Pantai Parangtritis.

Patung Dewa-Dewi yang diarak di antaranya adalah Thiang Sang Sheng Mu, yakni Dewi Penolong setiap terjadi musibah di laut lepas. Para Dewa-Dewi itu di kawal liong, yang meliuk-liuk di bibir pantai dan menghadang terjangan gelombang samudera.

Atraksi itu juga diyakini sekaligus sebagai ritual menghalau musibah yang bisa datang dari lautan. Selain atraksi liong, setiap Perayaan Peh Cun ada satu tradisi yang tak pernah di tinggalkan, yakni mendirikan telur pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Pada tanggal itu, mereka berkeyakinan, posisi matahari tengah sejajar dengan bumi, sehingga meningkatkan gaya gravitasi. Pada saat itu, telur lebih mudah berdiri.

Bagi warga Tionghoa, Pehcun merupakan penghormatan terhadap kepatriotan Qua Yuan. Ia adalah pujangga sekaligus menteri yang memilih bunuh diri di sungai, karena difitnah pihak kerajaan. Pasalnya, ia menyuarakan ide persatuan dinasti di Negeri Tiongkok.(SHA)



Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler