KPU Sayangkan Laporan Soal DPT ke Polisi

  • Ibukota
  • 0
  • 20 Jun 2012 09:59

120319bkpud-dki.jpg
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Dahlia Umar menyayangkan laporan tim advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ke polisi terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diduga amburadul.

Padahal, pihak KPUD sudah duduk bersama dengan tiap-tiap tim sukses pasangan cagub untuk membicarakan DPT sebelum disahkan. "Kita sudah bersama-sama mengoreksi. Mereka minta perbaiki data, dan kita sudah kroscek ke lapangan tidak ada kesalahan lagi," ujar Dahlia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/6).

Menurutnya, terkait banyaknya pemilih ganda yang ditemukan oleh tim sukses cagub, pihak KPUD sudah memperbaikinya dengan menghapus data yang dobel. Serta, hanya memberi satu kartu pemilih kepada masyarakat yang memiliki dua Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Kalau nama dan tanggal lahirnya sama tetapi orang berbeda, itu memang ada dua orang. Kita tidak bisa mencoret salah satunya karena itu sama saja melarang orang untuk ikut memilih," kata Dahlia.

Dia menambahkan, sejak bulan Mei hingga awal Juni kemarin, pihak KPUD sudah melakukan kroscek ke lapangan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang ada, dan perubahan data tersebut juga sudah disampaikan kepada tim sukses masing-masing pasangan cagub.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Kependukdukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Purba Hutapea dan Ketua KPU DKI Dahlia Umar dilaporkan ke polisi oleh tim advokasi hukum cagub Alex-Nono, Jokowi-Ahok, Hidayat-Didik, dan Hendarji- Reza ke Polda Metro Jaya, Senin 18 Juni kemarin.

Hal ini terkait dugaan adanya penggelembungan jumlah pemilih sebanyak 400 ribu dari DPT yang sudah diverifikasi KPU DKI sebanyak 6.983.692 jiwa. (ARI)

Terpopuler