by

Mencicipi Kue Lupis Mpok Mbad

169496
  • Sosial & Budaya
  • 0
  • Rabu, 20 Juni 2012 07:35
Liputan6.com, Jakarta: Di tengah serbuan makanan impor yang promosi dengan biaya tinggi, masih ada jajanan pasar ala Betawi yang masih diminati masyarakat. Kue lupis yang diolah dengan cara sederhana dan tanpa bahan pengawet, ternyata masih bisa bertahan dengan promosi dari mulut ke mulut.

Tak ada papan nama khusus di rumah di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu. Tapi sejak 20 tahun lalu, puluhan pelanggan datang untuk mencicipi kue lupis nan manis buatan Mpok Mbad. “Usaha kami bisa bertahan karena menggunakan bahan alami, tanpa pengawet atau perasa buatan,” jelas Mpok Mbad.

Cara membuatnya sederhana. Beras ketan yang sudah dicuci bersih, direndam, digarami, dan dikukus. Kemudian bahan makanan itu dicampur sagu, diaron, dan dibentuk dengan cara digulung menggunakan daun pisang. Terakhir, direbus selama lima jam.

Lupis yang telah matang berbentuk mirip lemang. Sebelum dinikmati harus dipotong dulu menggunakan benang kasur. Maksudnya, agar tiap potongan rapi dan sama besar. Dan sebagai pelengkap, lupis di siram dengan gula jawa cair dan parutan kelapa yang sudah dikukus. 

Dalam satu hari Mpok Mbad biasa menerima pesanan 12 lonjor lupis yang dijual seharga Rp 17.500 per lonjor. Meski tampilannya sederhana dan membuatnya butuh waktu cukup lama, lezatnya kue lupis membuat pecinta kuliner tak bisa ke lain hati.(SHA)

Comments
Sign in to post a comment