Taman Wisata Laut Bunaken Mulai Tercemar

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 11 Jun 2012 15:51

120611bbunaken.jpg
Liputan6.com, Manado: Taman nasional wisata Bunaken di Kota Manado, Sulawesi Utara, mulai tercemar akibat majunya industri wisata di daerah itu.

"Taman Nasional Bunaken 10 tahun lalu sama seperti Raja Ampat di Papua yang bersih dan pesonanya menarik perhatian. Namun saat ini makin banyak kunjungan wisata ke Bunaken makin membawa dampak pada kondisi lingkungannya," kata Boyke Toloh, anggota Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken (DPTNB), Senin (11/6).

Dia mengungkapkan, saat ini mulai tidak bisa dikendalikan produksi sampah, yang dibawa wisatawan pada saat berkunjung Pulau Bunaken. Selain itu, semakin banyak aktivitas snorkling yang tidak bisa dikontrol, sehingga banyak wisatawan yang menginjak terumbu karang hidup. "Prinsip-prinsip keberlanjutan mulai dilupakan pengunjung dan operator kapal yang membawa wisatawan," kata dia.

Operator kapal menurut dia, sedari awal diberikan tanggung jawab mengkontrol dan memberitahukan kepada wisatawan untuk tidak menginjak karang pada saat snorkling. "Tapi hal itu mulai dilupakan. Padahal wisata ke Pulau Bunaken jualannya adalah keindahan terumbu karang," ungkapnya. Sebagai referensi menurut Toloh, pada tahun lalu jumlah wisatawan yang masuk ke Bunaken sekitar 13 ribu.

Jumlah wisatawan terbagi atas wisatawan mancanegara sekitar 10 ribu orang dan sisanya lokal. Puncak kunjungan terbanyak terjadi di Mei hingga Juni saat liburan sekolah. "Di waktu-waktu inilah puncak produksi sampah. Kita juga berharap pengunjung dapat memperhatikan kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan," ungkapnya.

Dia juga berharap wisatawan membuang sampah pada tempatnya serta tidak menginjak karang turut menentukan hasil tangkapan ikan oleh nelayan.(ANT/JUM)

Terpopuler