Pemilihan Presiden Mesir Dijaga Ketat

  • Internasional
  • 0
  • 23 Mei 2012 19:48
Liputan6.com, Kairo: Pemilihan Presiden Mesir yang diadakan untuk pertama kalinya sejak jatuhnya Hosni Mubarak, dijaga ketat polisi dan tentara. Kantor Berita Xinhua mewartakan, Rabu (23/5), tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pukul 8.00 waktu setempat di seluruh negeri dibawah pengamanan ketat polisi dan tentara.

Beberapa tentara dan polisi berpakaian lengkap terlihat berjaga-jaga di sekitar TPS. Mereka diminta untuk siap dengan kondisi yang tidak diinginkan. Sejauh ini, pemilihan Presiden di Mesir berlangsung tertib.

Pemerintah sementara Mesir yang dipimpin Dewan Militer meliburkan kantor pemerintahan dan sekolah. Pemungutan suara kali ini diperkirakan akan menjadi yang paling bebas dan adil selama 60 tahun terakhir di Mesir. Untuk menjamin transparansi dan keadilan pemilu, 14.500 hakim dan 65.000 pegawai negeri dikerahkan untuk memonitor proses pemilihan.

Dewan Militer yang berkuasa telah berjanji untuk memastikan pemilu bebas dan adil. Mayor Jenderal Mohamed el-Assar, anggota Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), mendesak semua warga Mesir untuk berpartisipasi.

Para pengamat mengatakan tidak mungkin untuk memiliki pemenang dalam putaran suara pertama. Hal itu akibat banyak suara yang akan dibagi di antara calon presiden. Untuk memenangkan pemilu membutuhkan kandidat untuk memenangkan 50 persen suara. Kemungkinan akan terjawab pada putaran kedua yang akan diadakan Juni.

Hasil pemilihan presiden akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Dewan Militer yang mengambil alih kekuasaan dari Mubarak akan menyerahkan kekuasaan kepada presiden baru pada 30 Juni. Hal itu menandai berakhirnya masa transisi pemerintahan di Mesir. (Xinhua/IAN)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler