Sukses

Bob Hasan Dinilai Bersalah

Liputan6.com, Jakarta: Dosa Mohammad Hasan mulai terkuak. Dari ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/11), dua di antara lima saksi menyebutkan: PT Mapindo Parama --perusahaan milik Bob Hasan-- telah melakukan penyimpangan dalam proyek pemetaan udara, sehingga merugikan negara. Keterangan saksi disampaikan dalam sidang kasus korupsi dengan terdakwa Bob Hasan, raja hutan yang juga mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan .

Dalam kesaksiannya mantan Kepala Biro Departemen Kehutanan Bambang Sugiarto mengatakan, proyek pemetaan udara senilai US$ 87,80 juta itu penuh dengan penyimpangan. Sebab, proyek tersebut tak melalui tender sesuai Keputusan Presiden 16 tahun 1994. Karena itu, Bob Hasan mendapatkan proyek pemetaan udara berdasarkan penunjukkan Direktur Jenderal Intansi Tata Guna Departeman Perhubungan Sumohadi dan Sekretaris Jenderal Dephub Utomo Suryopranoto. Penawaran biaya proyek dari PT Mapindo sama besarnya dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, saksi Dibyo Pujowati mengungkapkan, ada kejanggalan pada penemuan foto udara tahun 1992, padahal, proyek pemetaan udara itu baru dilakukan 1996. Namun, melalui petunjuk teknis Nomor 170 A dari Sekjen Dephut, foto lama tersebut dapat digunakan untuk pemetaan baru.

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Sunarto, Jaksa Penuntut Umum Arnold Angkow menilai, penunjukan PT Mapindo telah berdasarkan rekomendasi yang dilakukan Badan Koordinator Survey Udara, Tanah, dan Laut (Bakorsustanal).

Sayangnya, sidang tersebut tak berlangsung lama. Soalnya, terdakwa Bob Hasan tiba-tiba mengaku sakit dan wajahnya tampak pucat. Akhirnya majelis hakim menunda sidang. Selama sidang diskors, Bob Hasan terbaring di ruang tunggu khusus dan sidang dinyatakan tak bisa dilanjutkan.(ULF/Fransambudi dan Hendro Wahyudi)
    Artikel Selanjutnya
    Saran Andi Mallarangeng untuk Setya Novanto
    Artikel Selanjutnya
    Ayah di Tangerang Perkosa Anak hingga 2 Kali Melahirkan