Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 20 Mei 2012 05:15
Liputan6.com, Jakarta: Liputan 6 SCTV sudah 16 tahun hadir bagi pemirsa. Semua ini tak lepas dari kerja keras tim Liputan 6 untuk memberikan yang terbaik meski harus mengorbankan nyawa mereka.

Sekitar 15 tahun lalu tepatnya pada 1997 Liputan 6 SCTV kehilangan kamerawan terbaiknya Yance Iskandar. Yance meninggal dalam tugas jurnalistiknya ketika meliput bencana asap di Desa Sibolangit, Sumatra Utara. Ketika itu Yance bertugas bersama reporter Ferdinandusius.

Pesawat Garuda yang membawa Yance ke Sibolangit terhempas di Desa Buah Nabar. Peristiwa ini tentu saja menjadi kenangan yang terus membekas dibenak Tutik Heryantinah, istri mendiang Yance. Tutik telah kehilangan sosok suami yang jujur, berani dan humoris. Tidak hanya Tutiek yang kehilangan Yance, namun juga Claresta. Putri Yance ini ditinggalkannya saat berusia delapan bulan. "Sampai sekarang pun aku tak bisa lupa," kata Tutik, belum lama ini.

Peristiwa lainnya yang masih membekas di seluruh jajaran Liputan 6 SCTV  adalah peristiwa karamnya kapal Levina pada Februari 2007 lalu. Bersama tenggelamnya Levina, kamerawan senior Liputan 6 SCTV Muhamad Guntur Syaifullah juga ikut tenggelam.

Guntur yang sudah bergabung dengan SCTV sejak 1996 itu, ditemukan meninggal di pantai pariwisata Ardam, Muara Mati, Bekasi, Jawa Barat, sekitar tiga mil dari lokasi karamnya kapal Levina. "Saya pikir dia orang yang sangat kuat," kata Siti Maemunah, istri Guntur.

Gugurnya Ferdinand, Yance dan Guntur, dalam tugas jurnalistik semata untuk mempertahankan Liputan 6 SCTV tetap aktual, tajam dan terpercaya. Semangat dan dedikasi kerja ketiga almarhum akan terpatri dan menjadi teladan bagi seluruh jurnalis televisi Liputan 6 SCTV.(IAN)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler