Air Bersih untuk Masyarakat dari Mahasiswa

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 18 Mei 2012 07:57

120518alip6award-air.jpg
Liputan6.com, Pontianak: Keseharian hidup manusia tak pernah lepas dari air. Mandi, mencuci, memasak, serta minum. air selalu dibutuhkan setiap saat. Sumber daya air memang tak terbatas. Namun belum tentu air yang ada dalam kondisi layak digunakan, seperti di Kalimantan Barat.

Prihatin dengan kondisi ini, beberapa mahasiswa teknik lingkungan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, tak mau tinggal diam, Berbekal ilmu dari kampus, para mahasiswa menciptakan berbagai alat tepat guna.

Wiwin Mardianto dan Jamaludin, menciptakan T-Part, teknologi pengolah air rumah tangga. T-Part menampung air tanah yang keruh mengendapkan residunya di dalam bak tampung kemudian menyaring air dengan filter sekam. Hasilnya air jernih dan bebas residu.

Sementara Andeka Kusuma membuat rotating biological contactors, alat penjernih air limbah yang mampu mengurai zat zat berbahaya di dalam air dengan teknologi mikrobiologi.

Astra Wijaya, Ardy Rubinatta, dan Zulfika Yunita menciptakan vertikultur waste treatment untuk mereduksi zat pencemar dalam limbah air rumah tangga. Dengan alat ini, limbah air rumah tangga dijernihkan sebelum dibuang ke saluran untuk mengurangi pencemaran air sungai.

Alat-alat penjernih air ini segera diaplikasikan dan digunakan masyarakat. Para mahasiswa juga melakukan pemetaan wilayah yang membutuhkan air bersih. Salah satunya, Pulau Lemukutan, Kalbar. Masyarakat pulau terpencil ini hanya mengandalkan sumber mata air dan air hujan sehingga di musim kemarau warga kesulitan air.

Berbagai alat penjernih air ini menarik perhatian lembaga pendidikan di luar negeri. Astra Wijaya dan teman-teman tidak berhenti berinovasi. Membantu menciptakan solusi permasalahan warga menjadi bentuk nyata pengabdian civitas akademika untuk negeri tercinta.(JUM)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler