Eulis Rosmiati, Pahlawan Desa Ujung Genteng

on

Liputan6.com, Bandung: Nama Eulis Rosmiati memang tidak setenar Angelina Sondakh atau Nunun Nurbaeti atau juga Miranda Goeltom hingga ke seluruh Tanah Air. Eulis Rosmiati hanyalah orang biasa berprofesi sebagai bidan di Desa Ujung Genteng, sekitar 200 kilometer dari Bandung, Jawa Barat.

Tapi jangan salah. Apa yang dilakukan Eulis jauh lebih bermanfaat bagi orang lain, terutama rakyat pedesaan di desa terpencil itu. Eulis tak hanya menggagas arisan WC bagi warga desa namun juga mampu menyediakan asuransi kesehatan sederhana tepat guna untuk rakyat kecil di Desa Ujung Genteng itu. Kini, sekitar 1.200 KK tak perlu khawatir jika sakit karena ada asuransi kesehatan ala Eulis.

Eulis memulai pelayanannya kepada masyarakat sebagai bidan desa sejak 1991 silam. Namun kemudian tahun 2008, dirinya mulai bertugas di Desa Ujung Genteng.

Eulis ketika pertama tiba di desa terpencil di Jawa Barat itu, langsung bisa merasakan betapa aspek kesehatan warga desa tersebut sangat buruk. Kemiskinan dan kurangnya pengetahuan akan pentingnya sanitasi menjadi biang keladi semua itu. Separuh lebih jumlah warga desa hidup di bawah garis kemiskinan.

Melihat kondisi itu, Eulis langsung menggalang para ibu untuk menggelar arisan WC. Gagasan tersebut tidak serta merta mendapat sambutan positif warga. Padahal sebagian besar warga tak mempunyai jamban yang layak. Namun bidan desa ini tak putus asa. Sedikit demi sedikit warga mulai merasakan ketulusan pelayanan Eulis. Menurut Nurhasanah dan Leni warga setempat, sebagian warga desa mulai berminat ikut arisan WC. Manfaatnya pun segera bisa dirasakan masyarakat desa.

Eulis ibu tiga anak tersebut mulai berinovasi. Tak hanya soal jamban yang diperhatikan, tapi juga sarana dan kebiasaan hidup tak sehat sehari-hari yang dilakukan warga pun mulai dibenahi.

Pelan tapi pasti, warga Desa Ujung Genteng mulai merasakan manfaat besar menjalani pola hidup sehat. Tak hanya itu, mereka pun mengenal jaminan kesehatan dalam bentuk asuransi kesehatan sederhana tepat guna. Kini rakyat menyadari betapa mahalnya hidup sehat dan mereka bisa menghargai kehidupan. (Vin)
Suka artikel ini?

0 Comments