by

Pemerintah Masih Bahas Perubahan Zona Waktu

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 14 Mar 2012 15:37
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah saat ini tengah membahas rencana perubahan zona waktu. Ada kemungkinan tiga zona waktu, yakni Waktu Indonesia Timur (WIT), Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi dua zona waktu.

"Ini sekarang sedang dibahas, tentu pihak yang berkompeten yang harus memprosesnya. Ini penting untuk menjustment, agar ada penyesuaian dan dari segi praktisnya," ujar Menko Kesra Agung Laksono di Kemenko Kesra, Jakarta, Rabu (14/3).

Namun soal kemungkinan perubahan zona waktu menjadi satu bagian, menurut Agung sangat kecil. Karena dinilai, wilayah Indonesia cukup luas.

"Kita akui negara kita sangat luas, sehingga sangat sulit untuk satu waktu. Mungkin dua waktu, barat dan timur, karena sangat jauh jarak antara Aceh ke Papua, sehingga perbedaan waktu sulit dihindarkan. Jadi niat yang baik ini dari tiga menjadi satu atau dua."

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Surya Dharma Ali menegaskan, soal rencana perubahan zona waktu ini bagi umat Islam khususnya tak ada masalah serius. Karena dalam menentukan waktu ibadah, umat Islam berdasarkan perputaran matahari.

"Mengenai penggabungan waktu, kalau dari sisi waktu sholat lima waktu bagi umat Islam tidak masalah, karena ukuranya matahari. Kalau misalnya jam 5 di WIB masih subuh, matahari belum terbit, di timur sudah terbit. Berarti kalau di sana masih jam 5 berarti jam 3 waktu subuhnya. Perbedaan jam itu tetapi tetap mengacu pada terbit matahari," jelas Menag.

Namun demikian, imbuh Menag, rencana perubahan zona waktu harus disosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat memahami dengan baik. "Setiap yang baru pasti ada sosialisasi, harus ada penyesuaian. Oleh karena itu wacana ini akan menjadi kenyataan. Tahapanya tidak boleh terburu-buru," imbuhnya.(AIS)
Comments
Sign in to post a comment