Diperkirakan Golput Pilkada Jakarta Meningkat

on Mar 04, 2012 at 11:02 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Jumlah warga yang tidak memberikan hak suaranya alias golput dalam Pilkada DKI Jakarta diperkirakan meningkat. "Tahun ini tingkat golput akan lebih parah dari pilkada 2007 yang mencapai angka tertinggi di Indonesia yakni 40 persen," ujar pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsjah.

Beberapa faktor banyaknya golput antara lain masyarakat tidak punya calon yang sesuai harapannya. Kedua, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik terus menurun. "Masyarakat tak merasakan secara langsung perubahan positif dari calon yang ada sekarang," ujar Iberansjah di Jakarta, baru-baru ini.

Psikolog UI Hamdi Muluk mengatakan sentimen masyarakat terhadap Pemprov DKI tak beranjak baik. Bahkan, makin negatif seiring banyak program yang tak prorakyat. Kehadiran calon independen merupakan salah satu alternatif untuk kembali merebut simpati masyarakat yang sudah jenuh dengan calon yang ditawarkan parpol.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Focus Group Discussion antara lembaga Cyrus Network dengan Laboratorium Psikologi Politik UI pada akhir 2011, popularitas Faisal Basri hanya kalah dari Walikota Solo Joko Widodo. Joko Widodo meski diusung parpol, dia tak dianggap sebagai orang partai.

Survei dilakukan terhadap 100 responden yang merepresentasikan golongan kelas menengah di Jakarta. Mereka adalah pengamat, akademisi, pakar management organisasi perkotaan, profesional, tokoh LSM perkotaan, tokoh muda, konsultan, politisi, tokoh Jakarta, dan pemuda/organisasi kemahasiswaan. Masing-masing diwakili 10 responden.

Hasilnya, Joko Widodo meraih skor 6,98, Faisal Basri (6,70), Fadel Muhammad (6,35), serta Sandiaga S. Uno (6,15). Sedangkan tokoh-tokoh yang selama ini dinilai populer justru mendapat skor rendah, seperti Tantowi Yahya (5,51), Fauzi Bowo (5,44), Wanda Hamidah (5,44), maupun Nono Sampono (5,37).

Dengan hasil survei ini, Hamdi yakin bila Faisal-Biem lolos verifikasi KPU, pasangan ini akan menggairahkan kembali pemilih golput untuk datang ke tempat pemungutan suara. Dengan catatan, Faisal mampu meyakinkan mereka akan kapasitasnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di Jakarta.(ADI/JUM)
Suka artikel ini?

0 Comments