Demam Emas Landa Warga Pulau Buru

on

Liputan6.com, Namlea: Perbukitan Wamsaid di Kecamatan Waeyapo, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Namlea, ibu kota Kabupaten Buru, Maluku, kini mendadak ramai. Dengan membawa berbagai peralatan sederhana, orang-orang terus berdatangan. Mereka bukan hendak bercocok tanam, melainkan memburu emas.

Mereka menggali mengambil bongkahan tanah lalu mendulangnya untuk mencari emas. Tak sedikit yang kecewa karena tak kunjung menemukan emas, namun mereka tak berputus asa. Ada pula yang tersenyum karena menemukan butiran-butiran emas. Ukurannya beragam, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar kelereng.

Lokasi yang diduga mengandung emas ini ditemukan seorang warga Kecamatan Waeyapo, ketika sedang menyuling minyak kayu putih di lokasi tersebut. Kabar itu begitu cepat menebar hingga ke luar Maluku. "Kalau bisa tambang ini diolah masyarakat sehingga masyarakat bisa menikmatinya," ucap Suparman, salah seorang pencari emas, berharap.

Namun keberadaan para pemburu emas yang jumlahnya terus bertambah menimbulkan masalah baru, yakni berpotensi merusak lingkungan. Serta, mengancam lahan kayu putih yang menjadi andalan Kabupaten Buru. Lantaran itulah, Pemerintah Kabupaten Pulau Buru akan mengambil alih pengelolaan lokasi tambang emas itu.

Menurut Bupati Pulau Buru Husni Hentihu, pemerintah daerah akan mengelola tambang emas baru ini. Tentunya, setelah diuji oleh tim ahli pertambangan pada awal Februari mendatang.(ANS)
Suka artikel ini?

0 Comments