by

Daftar Tahun Ini, Berangkat Haji pada 2021

  • Daerah
  • 0
  • 06 Jan 2012 13:42
Liputan6.com, Bukittinggi: Warga yang mendaftar untuk naik haji ke Tanah Suci tahun ini harus rela mengantre selama sembilan tahun karena pemberangkatan baru bisa dilakukan pada 2021.

"Sembilan tahun lamanya baru bisa berangkat naik haji yang mendaftar di tahun 2012 ini, kita sarankan yang mendaftar itu mereka yang di bawah umur 60 tahun," kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bukittinggi Khamidir di Bukittinggi, Sumatra Barat, Jumat (6/1).

Menurut dia, masyarakat yang mendaftar naik haji pada tahun ini tidak bisa diberangkatkan pada 2013. Sebab, pemberangkatan peserta haji 2013 telah ada.

"Minat masyarakat Sumatra Barat untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi dan cendrung selalu meningkat setiap tahun. Kondisi itu tidak kurang dalam rentang waktu cukup panjang peserta calon haji (calhaj) baru dapat diberangkatkan ke Tanah Suci," katanya.

Menurut dia, dari daftar tunggu calhaj yang diperoleh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar terhitung dari 2012 sampai 2021 dari perkiraan keberangkatan haji kuota Sumbar sebanyak 4.647 orang.

Dia merinci, daftar calhaj 2012 sebanyak 33.304 orang dan mengalami kenaikan di tahun 2013 dengan jumlah 37.952, tahun 2014 menjadi 42.600, tahun 2015 menjadi 47.248, tahun 2016 menjadi 51.896 orang.

Sedangkan pada 2017 naik menjadi 56.544 orang serta naik lagi di tahun 2018 menjadi 61.192, tahun 2019 menjadi 65.840, tahun 2020 menjadi 70.488 dan tahun 2021 naik dengan jumlah calhaj 75.136 orang.

"Jumlah calhaj sebanyak 75.136 orang pada tahun 2021 tersebut merupakan calhaj yang mendaftarkan diri untuk naik haji di tahun ini," katanya.

Dia menyebutkan, dari jumlah daftar tunggu tahun 2012 sebanyak 33.304 orang itu, calhaj Bukittinggi yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini berjumlah 350 orang sesuai dengan kuota. Mereka semua telah membayar setoran awal.

"Saat akan diberangkatkan ke Mekah, mereka harus melunasi ongkos naik haji (ONH) di bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPS-BPIH) yang telah diakui pemerintah," katanya.

Khamidir menyebutkan, calhaj Bukittinggi dalam melaksanakan ibadah haji selalu didampingi tenaga medis sebanyak lima orang, termasuk satu dokter dan dua perawat.

Untuk konsumsi jemaah, tambahnya, telah diatur oleh panitia haji di Arab Saudi. Di Madinah, Arafah dan Mina difasilitasi dengan nasi kotak, sementara di Mekah calhaj memasak sendiri.

"Agar calhaj tidak mengalami kendala mulai dari keberangkatan, saat melaksanakan ibadah dan kepulangan kembali ke Tanah Air, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi telah menyiapkan petugas pendamping dan panitia," ujar dia.(ANS/Ant)
Comments
Sign in to post a comment