Pencurian Pisang, Pelaku Tidak Cacat Mental

  • Hukum & Kriminal
  • 0
  • 05 Jan 2012 14:42
Liputan6.com, Jakarta: Kasus hukum kembali menjerat warga biasa. Setelah heboh kasus pencurian sandal, kini muncul lagi kasus pisang. Mabes Polri meluruskan informasi tentang pelaku kasus pencurian pisang yang bukan anak-anak ataupun menderita cacat mental. Pelaku sudah berusia di atas 20-an tahun.

Demikian yang disampaikan Kadiv HUmas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/1).

Menurut Saud, masyarakat harus tahu hal yang sebenarnya, jadi Polri perlu meluruskannya. "Yang kita luruskan, tersangka orang dewasa dan tidak memiliki keterbelakngan mental. Ekonomi mereka juga bagus karena menggunakan motor," kata Saud.

Menurut Saud, memang salah satu tersangka ada yang bibirnya sumbing, namun bukan menderita cacat mental. "Kasus terjadi 11 November telah terjadi pencurian pisang sebanyak 15 tandan dari milik Wardoyo Mualin dan Simun. Tersangka nama K bin S (21), Topan bin Wirdasan (25). Keduanya bukan anak-anak dan sudah dewasa," jelasnya.

Saud meluruskan informasi kasus pisang ini karena dalam berita-berita yang muncul, pelaku disebutkan anak-anak dan memiliki cacat mental. "Kenyataannya normal dan memang T bin W sumbing," terangnya.

Lebih lanjut Saud mengatakan, dari kejadian itu polis berhasil mengamankan beberapa barang bukti. "Saat ditangkap, barbuk pisang 15 tandan, golok yang barangkali digunakan untuk menebang dan dua sepeda motor yang digunakan untuk mendatangi TKP serta keranjang 2 buah," tambahnya.

Saat ini, kedua tersangka dititipkan di Lapas Cilacap. Berkas perkara para tersangka sudah dinyatakan P21 (dianggap lengkap) per 23 Desember 2011. Kasus ini juga siap dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.(MEL)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler