"Menabung untuk Hari Tua"

  • Wawancara
  • 0
  • 17 Nov 2011 16:33
Liputan6.com, Palembang: Kiprah para pelari Indonesia di ajang SEA Games 2011 yang berlangsung di Palembang, sungguh patut mendapat acungan jempol. Dari 46 medali emas yang diperebutkan, Merah Putih menyabet 13 keping atau 28 persen lebih. Meski kalah tipis dari jumlah medali yang direnggut Thailand, perolehan 13 medali emas tersebut melebihi target semula yang ditetapkan PASI, 7 emas.

Salah satu atlet yang turut berkontribusi dalam keberhasilan Indonesia adalah pelari jarak jauh putra, Agus Prajogo yang meraih dua medali emas di dua nomor spesialisasinya, 10.000 meter dan 5.000 meter putra. Meski demikian, Agus yang berpangkat Sersan Dua itu, mengaku kecewa karena gagal memecahkan rekor SEA Games.

Berikut wawancara Liputan6.com dengan bujangan berusia 26 tahun itu seusai pentas final maraton putra-putri yang berlangsung di Jln. Gubernur H.A. Bastari, Rabu (16/11) pagi.

Apa resep keberhasilan Anda meraih 2 medali emas?
Saya hanya termotivasi untuk meraih yang terbaik. Pada SEA Games 2009 saya berhasil meraih medali emas di nomor 10.000 meter. Jadi, target saya di ajang SEA Games 2011 adalah mempertahankan medali emas di nomor 10.000 meter dan merebut medali emas di nomor 5.000 meter. Itulah yang dibebankan PT PASI.

Saat latihan, waktu yang Anda bukukan jauh lebih cepat dibanding rekor SEA Games. Lalu, mengapa Anda gagal memecahkannya?
Saya akui jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri untuk memecahkan rekor SEA Games (nomor 5.000 meter atas nama pelari Singapura, Murusamy Ramachandran yang mengukir waktu 14 menit dan 08,97 detik di Singapura, 1993). Namun,  di lap-lap awal saya sempat terganggu dengan matinya layar penghitung waktu. Karenanya, saya tidak dapat mengontrol apakah pace saya kurang cepat atau sebaliknya. Makanya, kemarin (di laga final), saya sempat menyatakan komplain (ke panitia).

Perasaan Anda?
Saya sangat kecewa dan sedih. Sebab, waktu yang saya bukukan (14 menit dan 10,01 detik) hanya terpaut dua detik dari rekor SEA Games.

Lawan terberat Anda?
Untuk nomor 10.000 dan 5.000 meter rival terberat saya adalah rekan saya sendiri, Jauhari Johan. Sementara, dari negara-negara lain, mereka hanya mengirimkan para pelari yuniornya. Karenanya, kita harus waspada dengan kiprah mereka di SEA Games berikutnya (2013)

Anda merebut dua medali emas. Sesuai dengan janji Menpora,  setiap medali emas bernilai Rp 200 juta. Artinya, Anda menerima 400 juta rupiah. Rencananya, dana sebesar itu mau digunakan untuk apa?
Yang pasti, saya harus memikirkan masa depan saya sendiri. Saya tak mau pengalaman buruk atlet-atlet senior nasional yang lalu mengalami kesulitan di hari tuanya. Jadi, saya akan menabungnya untuk persiapan hari tua.

Anda berasal dari kalangan militer. Sejauh ini ada kendala?
Sejauh prajurit berprestasi, atasan tentunya bakal selalu mendukung. Jadi, selama ini, saya tidak mengalami masalah.

Kapan Anda menikah?
Secepatnya (sembari tertawa).
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler