by

Obama Merespon Protes Anti-Wall Street

  • Internasional
  • 0
  • 19 Okt 2011 17:11
Liputan6.com, Washington: Presiden AS Barrack Obama yang belakangan ini menjadi target protes anti-Wall Street akibat frustrasi ekonomi akhirnya angkat bicara mengenai hal tersebut. Pada Selasa (18/10), Obama menegaskan kembali visi sistem ekonominya saat ini sudah sangat cocok untuk menyelesaikan masalah para demonstran.

"Saya memahami frustrasi yang diungkapkan dalam aksi protes itu," kata Obama kepada koresponden senior ABC News untuk Gedung Putih, Jake Tapper, dalam sebuah wawancara eksklusif dari Jamestown, North Carolina. Wawancara Tapper dengan Obama juga akan disiarkan pada Rabu malam waktu setempat dalam acara "Nightline."

"Dalam beberapa hal, aksi protes ini tidak berbeda dari aksi protes yang digelar pihak Tea Party. Baik dari sisi kiri dan kanan, saya pikir orang-orang ini merasa terpisah dari pemerintah mereka. Mereka merasa bahwa lembaga mereka tidak mencari jalan keluar dari masalah ini," tambahnya.

Obama mengatakan, hal terpenting yang ia bisa lakukan sebagai presiden adalah mengungkapkan solidaritas kepada demonstran dan melipatgandakan komitmennya untuk segera mencapai apa yang ia gambarkan sebagai masyarakat yang lebih egaliter. Obama juga menyinggung UU American Jobs, yang berisi peningkatan pajak bagi warga AS kaya.

Obama mengakui aksi protes frustrasi populer yang meluas ini memang ditujukan kepadanya atas kegagalan pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, ia membantah rumor mengenai ketidakmampuannya dalam memajukan visinya sejak awal, termasuk kurang fokusnya dalam reformasi perawatan kesehatan. (Reuters/Vin)

Comments
Sign in to post a comment