by

Gladi Bersih Jelang Pernikahan Agung

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 16 Okt 2011 12:54
Liputan6.com, Yogyakarta: Perlu persiapan matang melangsungkan pernikahan agung putri bungsu Sri Sultan Hamengku Bowono X, Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni yang bergelar Gusti Kanjeng Ratu Bendara dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara.

Tak lepas dari itu, ada gladi bersih tradisi Panggih Temanten yang digelar di Bangsal Kencono di Kompleks Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dan langsung dihadiri Sri Sultan HB X berserta Pemaisuri GKR Hemas. Sri Sultan-lah yang memimpin gladi bersih.

Acara ini mempertemukan kedua mempelai usai melaksanakan akad nikah. Nantinya, akan menampilkan sejumlah ritual seperti pondongan. Mempelai pria bersama wakil keluarga mempelai putri akan memondong atau mengangkat mempelai wanita. Sebagai pertanda mempelai wanita resmi dimiliki suami.

Kini, persiapan acara prosesi pernikahan yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah tamu penting lainnya hampir rampung seluruhnya. Dekorasi temanten dari janur atau yang dikenal dengan nama bajegan, misalnya. Setidaknya ada 40 bajegan yang dibuat 10 perajin.

Bajegan dibuat sedemikian rupa seperti kubah masjid, sebagai pesan untuk kedua mempelai agar senantiasa beribadah kepada Yang Kuasa.

Hari ini atau Ahad (16/10), Royal Wedding Yogya dimulai. Prosesi rangkaian dimulai dengan nyantri calon pengantin pria, KPH Yudanegara. Sementara, GKR Bendara melakoni plangkahan lantaran menikah terlebih dahulu mendahului kakaknya [baca: GKR Bendara Melakukan Plangkahan].(ASW/ANS)
Comments
Sign in to post a comment