Presiden Bakal Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Sultan

on

Liputan6.com, Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono akan menghadiri resepsi pernikahan agung putri bungsu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono akan hadir pada resepsi pernikahan yang digelar di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa (18/10) siang," kata adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Joyokusumo di Yogyakarta, belum lama ini.

Menurut dia, resepsi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu digelar setelah prosesi ijab kabul (akad nikah) kedua mempelai di Masjid Panepen, Kompleks Keraton, dan upacara panggih (temu) pengantin [baca: Rumitnya Prosesi Pernikahan Agung Kesultanan Ngayogyakarta].

"Usai resepsi pernikahan di keraton, Sultan bersama GKR Hemas selanjutnya akan ikut ke Kepatihan dengan pakaian kebesaran atau keprabon. Sultan tidak naik kereta tetapi mengendarai mobil yang lengkap dengan payung dan tanda kebesaran keraton," katanya.

Namun, kedua mempelai GKR Bendara dengan KPH Yudanegara beserta para pengikutnya akan naik kereta untuk dikirab dari Keben Kompleks Keraton menuju Kepatihan. Di Kompleks Kantor Gubernur DIY itu juga akan digelar resepsi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara.

"Jadi, resepsi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara akan digelar dua kali, yakni di keraton pada siang dan di Kepatihan pada malam. Kirab pengantin beserta para pengikut dan prajurit keraton dari Keben menuju Kepatihan melewati Jalan Malioboro akan dilakukan sore," ujar Joyokusumo.

Ia mengatakan, dalam kirab tersebut pengantin beserta para pengikutnya akan menaiki lima kereta yang ditarik sejumlah kuda yang diiringi satu bergada prajurit Patangpuluhan dan Wirabraja. "Kirab pengantin tersebut merupakan perpaduan antara tradisi dan kemeriahan pernikahan," kata Joyokusumo yang juga Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.(ANS/Ant)

Suka artikel ini?

0 Comments