Tempat Yesus Lahir Bernama Gereja Nativity

on

Liputan6.com, Betlehem: Menelusuri Kota Suci Betlehem dan Yerusalem, mengingatkan kita pada kota tua yang penuh torehan sejarah. Menariknya, di sana sejumlah situs suci yang berdiri sejak era Sebelum Masehi hingga kini masih terpelihara baik. Salah satunya adalah tempat kelahiran Yesus di Betlehem yang kini dikenal sebagai Gereja Nativity atau Gereja Kelahiran.

Dari luar Gereja Nativity layaknya tembok benteng dan juga dikelillingi tembok dari tiga biara yaitu Orthodoks, Armain, dan Katolik Roma. Untuk masuk ke gereja ini, umat harus melalui pintu batu yang sempit dan rendah yang fungsinya untuk menangkal para perampok masuk ke gereja dengan kuda sewaktu perang salib berkecamuk.

Interior dari Basilika tempat kelahiran Yesus ini terdapat sejumlah tiang atau pilar dengan altar dan segala ornamen yang serba warna emas. Untuk melestarikan Gereja Nativity yang dikunjungi jutaaan umat Kristiani dari seluruh dunia dalam perayaan malam natal, pihak otorita Palestina merenovasi atap Basilika Gereja Nativity tersebut. Karena dari kunjungan peziarah ke Gereja Nativity menghidupkan perekonomian warga sekitar.

Untuk menuju ke gua tempat kelahiran Yesus, umat harus melalui pintu sempit sekaligus menuruni sejumlah anak tangga secara bergiliran agar tidak terjadi penumpukan di dalam gua yang sempit dan di sekitar area palungan kudus. Suasana menjadi hening seketika di saat satu persatu umat memegang dan mencium bintang perak yang bertulisan bahasa Latin "Hic de Maria Virgine Jesus Cristus Natus est" yang artinya Di Sinilah Yesus Kristus Anak Perawan Maria Dilahirkan.

Dari gua di bawah gereja, umat kembali menyisir sejumlah anak tangga menuju ke Gereja Santo Hieronimus atau pujangga gereja. Santo Hieronimus dimakamkan di bawah Gereja Nativity dan kemudian jenzahnya dipindahkan ke Roma, Italia. (BJK/Vin)
Suka artikel ini?

0 Comments