Sukses

Amien: Pertemuan Politik Tak Perlu Dilarang

Liputan6.com, Jakarta: Seruan Presiden Megawati Sukarnoputri agar sejumlah elite politik menghentikan aktivitas yang tak perlu seperti pembentukan kaukus, kembali mendapat tanggapan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais, misalnya. Amien menegaskan, pertemuan-pertemuan politik boleh jalan terus dan tak perlu dilarang. "Memang dia (Presiden Megawati) punya hak, tapi kata-kata dia bukan fatwa hukum. Ini kan demokrasi dan biasa saja," tandas Amien di Jakarta, Rabu (5/6) malam [baca: Amien Tak Terlalu Menghiraukan Imbauan Presiden Megawati].

Yang penting, menurut Amien, pertemuan-pertemuan itu sebaiknya terbuka untuk media massa. Sehingga publik mengetahui isi pembicaraan para elite politik. Dengan transparansi seperti itulah, maka akan memudahkan masyarakat mengambil gagasan baik dan meninggalkan yang buruk.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra tak yakin Presiden Megawati melarang adanya pertemuan-pertemuan politik. Bahkan, Yusril yang juga duduk sebagai anggota Kabinet Gotong Royong--Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia--itu menyangsikan pernyataan tersebut berasal dari Presiden Megawati sendiri. Kendati demikian, dia menolak asumsi yang menyebutkan pertemuan sejumlah tokoh belakangan ini bertujuan membentuk Kaukus Islam.

Seperti dilansir sejumlah media massa, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR Roy B.B. Janis mengungkapkan bahwa Megawati berkeinginan untuk mengakhiri agenda-agenda politik yang tidak perlu. Itu berkaitan maraknya pertemuan politik sejumlah tokoh partai yang dilakukan belakangan ini. Hal itu diungkapkan Roy seusai menghadiri rapat internal PDI-P di kediaman resmi Presiden Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa silam.

Menurut rencana, 10 Juni mendatang, para politisi dan tokoh Islam untuk kali keempat bakal menggelar pertemuan di kediaman fungsionaris PPP Alimarwan Hanan [baca: Achmad Tirtosudiro: Pertemuan Keempat untuk Bersilaturahmi]. Sedangkan pertemuan serupa juga digelar sejumlah pimpinan partai Islam di kediaman Yusril, akhir Mei silam [baca: Yusril: Partai Islam Mungkin Akan Bersatu].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)