Abah Anom, Pemimpin Ponpes Suryalaya Tutup Usia

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 05 Sep 2011 13:57
Liputan6.com, Tasikmalaya: Kabar duka datang dari Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemimpinnya, Shohibulwafa Tajul Arifin alias Abah Anom, yang berusia 96 tahun, menghadap Sang Khalik.

"INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN. Telah Berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin r.a. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya," seperti yang tertulis di www.suryalaya.org, Senin (5/9).
 
Abah Anom meninggal sekitar pukul 12.00 WIB saat perjalanan menuju rumah sakit TMC Kota Tasikmalaya. Customer Service Rumah Sakit TMC, Feri mengatakan Abah Anom setibanya di rumah sakit langsung dilakukan penanganan medis namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menurutnya, Abah Anom sudah meninggal di perjalanan, dan sekarang sudah kembali ke rumah duka di Pesantren Suryalaya. "Sekarang sudah dipulangkan kembali ke rumahnya," kata Feri saat dihubungi melalui telepon.

Sebagian orang mengenal Pesantren Suralaya sebagai pesantren untuk para remaja nakal dan kecanduan narkoba. Metode yang digunakan untuk penyembuhan adalah melalui ibadah sesuai kerangka Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan Hydrotheraphy. Semua formulanya dirancang sendiri oleh Abah Anom.

Berdasarkan website, Abah Anom dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Ia merupakan putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah.

Ketika Abah Sepuh Wafat, pada 1956, Abah Anom harus mandiri sepenuhnya dalam memimpin pesantren. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.

Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren Suryalaya tetap konsisten kepada Tanbih, wasiat Abah Sepuh yang diantara isinya adalah taat kepada perintah agama dan negara. Maka Pondok Pesantren Suryalaya tetap mendukung pemerintahan yang sah dan selalu berada di belakangnya.

Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat, di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Sejak 1961, didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah kegamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah.(ANT/MEL)
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler