Jalan Diblokir, Eksekusi Urung Dilaksanakan
Liputan6.com, Blitar: Sekitar 800 warga Desa Karangrejo, Blitar, Jawa Timur, memblokir jalan menuju desa itu, Sabtu (6/8). Warga memasang bambu dan batu di tengah jalan Mereka memprotes eksekusi yang akan dilakukan sebuah perusahaan.
Sengketa tanah antara warga dan PT Kemakmuran berawal dari somasi pihak perusahaan yang menuntut warga, agar segera mengosongkan desa karena akan digarap perusahaan. Selama ini, pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi, apalagi mengajak warga bermusyawarah.
Perkebunan seluas enam hektar itu pernah digarap PT Satya Muktiraya dan umumnya warga desa menjadi karyawannya. Namun, perusahaan itu bangkrut pada 1991, sehingga warga pun tidak dibayar selama sembilan bulan. Pihak perusahaan kemudian menghibahkan tanah tersebut kepada warga sebagai gantinya.(ADI/SHA)
Sengketa tanah antara warga dan PT Kemakmuran berawal dari somasi pihak perusahaan yang menuntut warga, agar segera mengosongkan desa karena akan digarap perusahaan. Selama ini, pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi, apalagi mengajak warga bermusyawarah.
Perkebunan seluas enam hektar itu pernah digarap PT Satya Muktiraya dan umumnya warga desa menjadi karyawannya. Namun, perusahaan itu bangkrut pada 1991, sehingga warga pun tidak dibayar selama sembilan bulan. Pihak perusahaan kemudian menghibahkan tanah tersebut kepada warga sebagai gantinya.(ADI/SHA)
- Rate artikel ini
- Like (0)
- Dislike (0)
Credits (0)
Popular Videos
04:05Penampakan Siluman Kera Putih Di Makam Keramat Gunung Padang
04:16
02:51
03:35News Flash: 2 Jemaah Haji Wanita Meninggal Dalam Musibah Crane
02:29#DailyTopNews: Warga Mengadu ke Ahok Tentang Rumor Beredarnya Mafia Token Listrik
04:23Ungkapan Perasaan Justin Bieber saat Patah Hati dan Lebih Pilih Jadi Jomblo
Popular Photos
8
8Ratusan Orang Jadi Korban Tragedi Crane di Mekkah, Termasuk WNI
6[TRAVEL+FOOD] 6 Jajanan Kaki Lima khas Jepang yang Populer di Indonesia
8
4
6Pecahkan Rekor 879 Hari di Luar Angkasa, Kosmonot Rusia Kembali dengan Selamat





0 Comments