by

Belajar Kitab Kuning di Masjid Al Akbar

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 02 Agu 2011 21:39
Liputan6.com, Surabaya: Sekilas jika kita menyebutkan nama Surabaya, mungkin yang terlintas di benak kita adalah Tugu Pahlawan. Namun saat ini keberadaan Masjid Al Akbar Surabaya turut pula menjadi kebanggaan bagi warga Surabaya.

Menyambut bulan suci Ramadan, masjid yang diresmikan oleh mantan Presiden Abudrrahman Wahid pada tanggal 10 November 2000, sengaja memberi kenyamanan bagi warga Surabaya untuk beribadah. Dibangun dengan bentuk modern berpadu budaya Islam tradisional. Setiap Ramadan, pengurus masjid menyelenggarakan kegiatan belajar Kitab Kuning yang diselenggarakan menjelang buka puasa.

"Misalnya di bulan Ramadan ini, kita menyediakan pengajian Kitab Kuning selama satu jam menjelang buka puasa. Misalnya Kitab Riyadusolihin, isinya soal etika hidup suskes dunia akhirat, masalah umum dan lain sebagainya," ujar Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor, Selasa (2/8).

Helmy menjelaskan, selain keistimewaan dari segi keunggulan dalam pelayanan, pengurus masjid juga menyediakan berbagai fasilitas ibadah yang cukup lengkap. "Kami menyediakan fasilitas internet dengan Wi Fi dan menyediakan 20 laptop untuk para pengunjung yang ingin belajar soal Alquran, fikih, tafsir, zakat, soal bisnis, life style, dan sebagainya. Biasanya setelah Isya setiap Sabtu dan Minggu," ujarnya mencontohkan.

Bagi para pengunjung yang ingin mendalami tentang Alquran, pengurus masjid telah menyiapkan sembilan situs yang membahas masalah tersebut. Lalu ada tujuh ustaz yang siap mendampinginya. "Biasanya ustaz akan digilir dan berbeda tema, nantinya dari pembahasan di internet akan dibahas oleh ustaz pembimbingnya," jelasnya.

Seperti masjid pada umumnya, pihak panitia selama bulan Ramadan juga menyediakan makanan dan minuman pembuka. "Kami setiap hari selama Ramadan selalu menyediakan 2.000 porsi takjil maupun nasi bungkus," tambah Hemly.(ULF)
Comments
Sign in to post a comment