IIMS Menjawab Tantangan Teknologi Masa Depan

  • Wawancara
  • 0
  • 29 Jul 2011 17:20
Liputan6.com, Jakarta: Internasional Indonesian Motor Show (IIMS) 2011 diperkirakan telah dikunjungi 300 ribu orang, atau naik lebih dari 10 persen dibandingkan IIMS 2010 dengan jumlah pengunjung 282.331 orang. Jumlah ini adalah yang terbesar selama 19 tahun pelaksaan acara ini.

Penyelengaraan pameran IIMS ini dijadikan ajang untuk mendorong perkembangan industri otomotif di Indonesia. Pameran ini biasanya menjadi acuan masyarakat terhadap teknologi otomotif yang paling terkini, dan menjadi media pertemuan antara Agen Pemegang Merek atau APM mobil dan konsumennya.

IIMS sendiri kini menjadi salah satu agenda internasional untuk pameran mobil dunia. Bahkan pameran ini adalah yang terbesar di Asean. Targetnya adalah adu teknologi dan produk-produk baru.

Meski bisa melihat di internet, masyarakat tetap ingin lihat melihat langsung produk- produk terbaru tersebut. "Yang diinginkan oleh para konsumen biasanya teknologi mobil yang irit dan ramah lingkungan," ujar ketua Pelaksana IIMS 2011 Johnny Darmawan.

Nilai transaksi pada IIMS 2011 ini diperkirakan akan melebihi IIMS 2010 lalu. Johnny mencontohkan produk Toyota yang dibawahinya. Jika sehari di IIMS tahun tahun sebelumnya mobil Toyota biasanya laku 500 mobil, maka  kini menembus angka 900 unit setiap harinya. Indonesia sendiri di 2013 menargetkan produksi satu juta unit mobil setiap tahunnya.

Hal ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengekpor mobilnya ke luar negeri. Hanya saja selain jumlah produksi, teknologi otomotif juga harus terus ditingkatkan. Menurut Johnny Darmawan, Indonesia agak tertinggal dalam teknologi mobil dengan yang irit bahan bakar. "Jika di Thailand dan Malaysia, kini memakai teknologi euro 4 bahkan India kini memakai teknologi euro 5, sedangkan kita masih di euro 2. Semakin tinggi euro semakin kecil polusinya ujar Johnny.
   
Selain irit bahan bakar, kendaraan  masa depan adalah yang ramah lingkungan, misalnya memakai listrik dan bahan bakar gas. Hanya saja teknologi ini cukup sulit dan rumit selain infrastrukturnya yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah dan swasta. (RKA)



 

Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler