by

Banyuates, Kampungnya TKI

  • Daerah
  • 0
  • 07 Jul 2011 06:41
Liputan6.com, Sampang: Memasuki wilayah Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura, Jawa Timur, sebuah gapura bertuliskan selamat datang di Kampung Arab seakan menyambut siapapun yang datang. Disebut Kampung Arab tak berarti penduduk di wilayah tersebut keturunan arab. Tetapi, dari 800 warga Desa Tlageh, Banyuates, 80 persen mengadu nasib sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Banyaknya TKI yang terancam hukuman pancung tak menyurutkan niat mereka untuk mengais rezeki di Negeri Petro Dolar tersebut. "Kekhawatiran saya terus terang tidak ada. Karena dimana saja, kalau yang bersalah itu tetap dihukum," kata Wahyudi, mantan TKI di Arab Saudi, Rabu (6/7).

Simbol kesuksesan para TKI terlihat di Desa Tlageh. Mayoritas rumah di desa ini merupakan bangunan permanen serta tergolong mewah untuk ukuran pedesaan. Tak jarang, di sejumlah rumah mobil keluaran terbaru parkir. Umumnya, mereka yang sukses sudah bekerja ke Arab Saudi lebih dari lima tahun. "Ada yang sukses, ada yang tidak sukses juga," tutur Hotibul Umam, Kepala Desa Tlageh.

Namun, ada pula warga desa ini yang nasibnya tidak banyak berubah setelah dua tahun mengadu nasib di Arab Saudi. Mereka pun memutuskan kembali ke desanya karena trauma akibat gaji yang tidak dibayar atau majikan kurang baik.

Dihentikannya pengiriman TKI ke Arab Saudi oleh Pemerintah Indonesia ternyata tidak menyurutkan warga desa ini untuk mengais rezeki di Timur Tengah. Pasalnya, mereka bisa masuk ke Arab Saudi sebagai wisatawan. Bahkanm banyak yang sudah memiliki izin tinggal sehingga bisa bebas keluar masuk Arab Saudi.(BOG)
Comments
Sign in to post a comment