by

Hutan di Sumatra Berpotensi Terbakar Lagi

  • Daerah
  • 0
  • 15 Jun 2011 16:12
Liputan6.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, sedikitnya terpantau 35 titik api (hot spot) di Pulau Sumatra dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. "Dari pantauan terakhir menggunakan satelit NOAA pada Selasa (14/6) sore, terdapat 35 titik api di Sumatra dan kondisi itu memiliki potensi bagi terjadinya kebakaran lahan," ujar analis BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami di Pekanbaru, Rabu (15/6).

Sanya menjelaskan, sebagian besar titik api itu berada di Riau dengan jumlah sebanyak 18 titik. Belasan titik api itu tersebar di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar masing-masing terpantau sebanyak dua titik api.

Sedangkan 17 titik api yang ada di Pulau Sumatra berada masing-masing terdapat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak sembilan titik. Sumatra Utara sebanyak tujuh titik, dan Provinsi Sumatra Barat satu titik api. Secara umum, kata Sanya, sejak awal hingga pertengahan Juni 2011, hanya Provinsi Kepulauan Riau yang terbebas dari keberadaan titik api. Sedangkan provinsi lain di Pulau Sumatra terpantau memiliki titik api.

Namun jumlah titik api di Pulau Sumatra yang terpantau itu bersifat fluktuatif, seperti pada Rabu (1/6), terpantau sembilan titik. Kemudian Selasa (7/6), meningkat 61 titik. Lalu di hari berikutnya bertambah menjadi 89 titik dan berkurang pada Kamis (9/6), sebanyak 62 titik api.

Hujan yang secara turun tidak merata pada sejumlah daerah di Pulau Sumatra dinilai menyebabkan titik api menghilang sehingga jumlahnya berkurang. "Meski demikian, potensi bahaya kebakaran lahan dan hutan Sumatra perlu tetap diwaspadai," katanya.(Ant/ULF)
Comments
Sign in to post a comment