by

Gebyar Aksi Bentuk Nyata Pendidikan Karakter

  • Sosial & Budaya
  • 0
  • 16 Mei 2011 12:00
Liputan6.com, Jakarta: Meski pengumuman Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah disampaikan, namun sekitar 363 siswa dan 66 guru pembimbing dari 33 provinsi ikut berpartisipasi dalam kegiatan Gebyar Apresiasi Karakter Siswa (Aksi) di gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Senin (16/5).

Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh mengatakan dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta Gebyar Aksi bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dalam pendidikan karakter. "Mereka yang terpilih, para peserta didik yang diharapkan akan menjadi agen-agen di daerah dalam penyelenggaraan pendidikan karakter, karena sesungguhnya pendidikan berbasis karakter perlu contoh dan tauladan," ujar mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya ini.

Dia menambahkan, dari gebyar aksi, mereka diharapkan dapat memberi contoh dan tauladan di lingkungan dan sekolah masing-masing. Menurutnya, para peserta didik disiapkan agar mampu membangun kehidupan dan menyelesaikan pesoalan-persoalan di masa mendatang.

Sementara itu ia menjelaskan, target kegiatan Gebyar Aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk menyiapkan peserta didik, terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Menurutnya, proses kegiatan ini bersifat irreversible dan antisipatif, maksudnya segala karakter yang dibangun selama proses kegiatan ini tidak dapat diulang, termasuk juga kesalahan dalam proses akan melekat dalam produk dan tidak dapat ditarik kembali.

Kegiatan Gebyar Aksi diadakan selama seminggu di Kemendiknas. Tiga poin yang ditonjolkan dalam kegiatan ini yakni, kebangsaan, kreatifitas dan kepedulian. Acara puncak Gebyar Aksi akan dilaksanakan  pada 20 Mei, bertepatan dengan Hari Pendidikan. Sekaligus pencanangan gerakan pendidikan karakter.(TOW/MEL)
Comments
Sign in to post a comment