Sukses

Banjir Kiriman Datang, Jakarta Tergenang

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta banjir lagi. Sejumlah wilayah ibu kota tergenang akibat tingginya curah air kiriman dari Bendung Katulampa Bogor, sejak Minggu 4 Februari malam.

Data BPBD DKI menyebutkan ada 12 wilayah terdampak banjir Jakarta. Wilayah tersebut adalah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina dan Kampung Melayu. Di sejumlah titik tersebut, air menggenang dengan ragam ketinggian mulai 50 hingga 170 sentimeter.

Di Gang Arus Cawang misalnya, masuk waktu maghrib air dengan cepat meninggi hingga mencapai dua meter.

Pantauan Liputan6.com, Senin 5 Februari sekitar pukul 18.30 WIB, petugas dari Satpol PP dan Tim SAR bahu membahu membantu evakuasi warga. Terlebih, curah hujan yang tinggi di Ibu Kota semakin mempercepat air meluap.

"Kalau yang bawah itu satu pintu rumah tertutup sudah. Ada dua meter lebih lah," tutur anggota Satpol PP Ansyah saat di lokasi.

Menurut dia, sejumlah warga menduga bahwa air akan surut. Terlebih, sekitar pukul 15.00 WIB, air di kawasan padat penduduk itu baru mencapai betis orang dewasa saja.

"Kita bantu pakai getek buatan warga sama perahu juga," jelas Ansyah.

Salah seorang warga, Irwan (25) menambahkan, keluarganya sudan mengungsi seluruhnya di bidang tanah kosong yang disulap jadi lokasi evakuasi sementara.

"Jam 15.00 WIB masuk air. Eh maghrib cepat airnya naik," kata Irwan.

BPBD DKI Jakarta mengaktifkan Peringatan Dini Disaster Warning System (DWS) lintasan Sungai Ciliwung. Lurah dan camat serta warga yang tinggal di bantara kali juga sudah diberitahu untuk bersiaga banjir Jakarta.

Informasi itu dikeluarkan menyusul hasil pengamatan ketinggian muka air di Bendungan Katulampa, Bogor.

Menurut akun Twitter resmi BPBD DKI, pada pukul 08.30 WIB, ketinggian Katulampa mencapai 220 cm. Ketinggian itu masuk kategori Siaga I.

"#PeringatanDiniJKT : Waspada #banjir kiriman di bantaran kali ciliwung," tulis @BPBDJakarta, Senin.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu malam menyebabkan debit air sungai Ciliwung naik Senin pagi ini.

Petugas Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, menjelaskan kenaikan volume air terjadi secara bertahap. Debit air mulai naik sejak Minggu tengah malam, yakni pukul 00.00 WIB.

"Debit air mulai naik pada Minggu pukul 23.00 dan terus sampai ketinggian 110 cm pada pukul 01.00 WIB," kata Andi, Senin.

Menurutnya, debit air sempat turun naik di kisaran 80-90 cm selama empat jam. Kemudian kembali naik menjadi 110 cm pada pukul 07.00 WIB dan terus naik sampai 130 cm pukul 07.25 WIB.

Anies Baswedan meninjau pintu air Manggarai.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Ibu Kota telah siaga hadapi banjir kiriman dari Bogor. Menurut Anies, posisi siap siaga tidak hanya berlaku di daerah aliran Sungai Ciliwung, tetapi juga di jalan protokol.

"(Jalan protokol) per sore ini seluruh jajaran dalam posisi siaga, Dishub siaga untuk lalu lintas," kata Anies di pintu air Manggarai, Senin 5 Febrauri 2018.

Selain itu, pengungsian dan pompa air juga pastikan Anies Baswedan siaga. "Dinsos siaga pengungsian, Dinas Sumber Daya Air, siaga pastikan aliran air teraliri dengan baik," ucapnya.

Selain itu, pintu air Ciliwung lama siap dibuka bila intensitas air meninggi. "Pintu Ciliwung lama dibuka, ketinggiannya 1 meter, tapi bila kondisi berubah, maka akan dibuka lebih tinggi lagi," ucap Anies.

"Semua pintu dalam posisi terbuka ketiganya, kemudian Ciliwung Lama ada 1 pintu terbuka, kemudian Bina Marga semua pompanya siaga, sumber daya air lebih dari 450 pompa posisi siap," ucap Anies Baswedan.

1 dari 3 halaman

Polda Kirim telegram

Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebar telegram rahasia ke jajaran polres terkait antisipasi banjir di Jakarta. Dari Polres, telegram itu lalu disebarkan ke polsek-polsek yang masuk wilayahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tadi siang Kapolda Metro Jaya bersama jajarannya mengadakan rapat untuk mengantisipasi genangan dan banjir di Jakarta.

"Hasil rapat dibuatkan telegram ke polres-polres oleh Karo Ops. Jadi, Karo Ops sudah mengirimkan tugas ke polres, ya. Yang pertama isinya adalah untuk mengidentifikasi titik-titik mana yang menjadi langganan banjir," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin 5 Februari 2018.

Argo melanjutkan, di telegram itu juga tertuang petunjuk agar Babinkamtibnas dan Babinsa untuk bisa menyampaikan kepada warga terkait kawasan yang akan tergenang banjir untuk waspada.

Situasi di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (5/2). Hujan deras yang mengguyur Bogor hingga Jakarta membuat beberapa pintu air mengalami kenaikan volume. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Kedua, untuk segera Babinkamtibmas di sana untuk menyampaikan ke warga di sana, tentunya Babinkamtibmas dan Babinsa di sana. Jadi, kita dengan TNI langsung turun memberitahukan adanya laporan-laporan dari BMKG yang kita terima," ujar Argo.

Argo menambahkan, bagi kawasan yang sudah tergenang atau malah kebanjiran, pihaknya juga menurunkan anggota yang sudah siap mengevakuasi warga. Dia menuturkan, informasi sementara yang diterimanya, bendung Katulampa sudah dalam

"Yang ketiga kita siapkan personel yang sudah dilatih untuk SAR atau masalah banjir. Sudah dilatih," imbuh dia.

Selain itu, setiap Polres juga menyiapkan pelampung, perahu karet hingga sepatu boots. Selain itu pihaknya juga menyiapkan genset untuk menjaga kemungkinan listrik padam.

2 dari 3 halaman

Warga Mau Mengungsi

Banjir Jakarta merendam rumah di Kebun Pala II, RT 13/ RW 004, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 170 sentimeter.

Ketua RT setempat, Sanusi, mengatakan banjir Jakarta mulai merendam sejak Minggu, 4 Februari sore. Ketinggiannya terus naik hingga hari ini.

"Kemarin sore awalnya cuma 60 sentimeter. Kemarin malem naik lagi, sekarang sudah 170 sentimeter," ucap Sanusi kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin 5 Februari 2018.

Dia memprediksi air akan terus naik. Pasalnya, curah hujan masih tinggi. Ditambah lagi, ada kabar kiriman air dari Bogor. "Kemungkinan nambah lagi," ujar Sanusi.

Dia menyebutkan, ada sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak banjir Jakarta di wilayah ini. Mereka belum berniat untuk mengungsi.

"Di sini rata-rata rumahnya dua lantai. Jadi, mereka di atas saja sembari nunggu surut," kata Sanusi.

Artikel Selanjutnya
Di Bawah Guyuran Hujan, Sandiaga Senam Pagi Bersama Pegawai
Artikel Selanjutnya
Pagi Hari, Tol Jakarta dan Sekitarnya Padat