Sukses

Mau Bikin Paspor Elektronik? Yuk ke Festival Keimigrasian

Liputan6.com, Jakarta - Ditjen Keimigrasian akan mengadakan Festival Keimigrasian sebagai rangkaian dari kegiatan Layanan Paspor Simpatik pada hari ini, Minggu (21/1/2018). Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka menyambut HUT Imigrasi yang jatuh pada 26 Januari 2018 nanti.

Rencananya, Ditjen Keimigrasian melayani pendaftaran walk-in pemohon paspor elektronik sebanyak 1.600 orang dari pukul 08.00-15.00 WIB, di Monas, Jakarta Pusat.

Namun, tidak perlu khawatir jika Anda tidak termasuk dari 1.600 pemohon ataupun hingga pukul 15.00 WIB belum terlayani di Festival Keimigrasian ini. Pihak Imigrasi telah memiliki solusinya. Kecuali jika terdapat pemohon yang datang dengan persyaratan yang tidak lengkap, mereka tidak akan dilayani.

"Mereka akan tetap dapat nomor antrian di kantor (Imigrasi) yang ia tuju otomatis langsung, tanpa harus daftar online, tidak kemudian nomornya hangus," ucap Kabag Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, kepada Liputan6.com, Sabtu 20 Januari 2018.

Syarat dan ketentuan bagi pemohon Paspor Elektronik di antaranya adalah, hanya melayani pemohonan baru paspor elektronik dan penggantian dari paspor biasa ke elektronik atau elektronik ke elektronik. Penggantian paspor karena hilang atau rusak pun tidak akan dilayani.

"Pemohonan paspor melampirkan KTP elektronik, KK, akte Lahir/ijazah/buku nikah, dan paspor Lama bila sudah memiliki (Asli dan Fotokopi ukuran A4, dengan membayar biaya Rp 655.000," ujar Agung.

Rencananya, Festival Keimigrasian ini akan dijadikan reguler di luar jam kantor dalam rangka meningkatkan pelayaan masyatakat. Bahkan ke depannya, akan ada mobil keliling untuk semakin memudahkan masyarakat dalam membuat paspor elektronik.

"Masyarakat tidak perlu khawatir seakan-akan ini terakhir. Bukan berarti besok tidak ada lagi, ke depannya juga akan ada mobil keliling, iya khusus untuk Paspor Elektronik," ucap Agung.

 

1 dari 2 halaman

Tak Ada Calo

Humas Ditjen Imigrasi ini pun meyakinkan, pihaknya sudah mengantisipasi jika animo masyarakat membludak. Ia menegaskan, keamanan tetap akan terjaga dan tidak akan ada calo-calo yang berkeliaran. Karena pemohon sendiri yang harus datang ke sana dengan membawa dokumen lengkapnya.

"Gak ada calo, gak mungkin calo, kan harus nunjukin KTP-nya yang dateng dan dokumen yang lain," tegas Agung.

Festival yang baru pertama kali ini diadakan untuk membangun persepsi di tengah masyarakat. Bahwa paspor bukanlah barang yang sulit, esklusif dan hanya untuk sebagian orang.

Festival ini sendiri juga akan berisi expo dari 12 perwakilan negara asing untuk mempromosikan budaya, pendidikan, dan juga kehadiran dari sejumlah travel.

"Dalam satu rangkaian orang bisa bikin paspor, bisa langsung konsultasi visa dengan kedutaan asing, bisa beli tiket kalau mau bepergian, ada travel juga besok, jadi one stop service lah untuk traveling," pungkas Agung.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
DBS Permudah Layanan Nasabah Lewat E-KYC Store
Artikel Selanjutnya
Istri Tertangkap Basah Jual Suami untuk Bisnis Prostitusi Online