Sukses

Gerakan Politik Hijau PDIP di Pilkada Serentak 2018

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerukan gerakan Politik Hijau saat mengusung empat calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada 2018. Empat pasangan tersebut untuk bertarung di Pilkada Riau, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

"Pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada hari ini saya buat berbeda. Temanya tentang Politik Hijau, politik lingkungan. Hal ini saya maksudkan agar kita menaruh perhatian khusus terhadap hal tersebut," kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017).

Menurut dia, tema yang diusung berkaitan erat dengan keempat provinsi tersebut, lantaran daerahnya memiliki isu lingkungan yang tinggi.

"Provinsi Riau kaya dengan sumber daya alam, Sulawesi Tenggara integritas terhadap lingkungan tinggi," terang Mega.

Namun demikian, dia melihat justru potensi alam di sana malah tergerus eksploitasi tambang yang belebihan dan banyak pencemaran logam berat seperti mercury.

"Karenanya kerusakan lingkungan seperti ini harus dihentikan," tegas Mega.

Dia pun berharap, wilayah disebut bisa menjadi lebih baik dengan Politik Hijau yang diusung PDIP dalam Pilkada 2018 di sejumlah daerah.

"Jadi mari kita perkuat gerakan politik lingkungan sebagai kesadaran bersama. Sungai dan selokan menjadi bersih, dilengkapi dengan taman-taman yang indah," tutup Mega.

1 dari 3 halaman

Usung Asrun-Arhawi

PDIP resmi mengumumkan pasangan Asrun-Arhawi untuk maju di Pilgub Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Pilkada 2018. Pasangan itu punya latar belakang di pemerintahan. Mereka sama-sama pernah memimpin daerah tingkat dua di Sulawesi Tenggara.

"(Cawagub) Arhawi adalah Bupati Wakatobi dua periode, Ketua DPD PDIP, dan sekarang sudah menjadi wagubnya (Sultra)," kata Megawati.

Usai mengumumkan nama sang cawagub, Mega lalu membacakan nama gubernur terpilihnya yang dipercayakan pada Asrun. Dia adalah mantan Wali Kota Kendari 2 priode dan berasal dari kader Partai Amanat Nasional (PAN).

"Jadi gubernurnya adalah Asrun, dua periode jadi Wali Kota Kendari," ujar Mega.

2 dari 3 halaman

Usung Petahana di Riau

Sementara untuk Riau, Gubernur petahana Riau Arsyadjuliandi Rachman atau Andi Rachman dipercaya PDIP untuk maju dalam Pilkada Riau 2018.

"Dia ini petahana, orangnya bagus. Namanya dikenal Andi Rachman, mendapat penghargaan Kalpataru, Setya Bumi berturut-turut, 2014-2016," kata Ketua Umum Megawati.

Mega menyebut beberapa program kerja nyata yang dilakukan Andi Rachman. Salah satunya penataan kampung.

"Perhatian beliau ini adalah penataan kampung, dan penataan kampung iklim," tutur Mega.

Andi Rachman akan berpasangan dengan Suyatno. Menurut Megawati, Suyatno dipilih karena kepemimpinan dan partisipasinya pada kebudayaan.

"Dia adalah Bupati Rokan Hilir, kader PDIP yang ramah dan menaruh perhatian besar pada kebudayaan. Tahun 2017 meraih juara umum budaya bakar tongkang, yang itu istilahnya di mana bumi dipijak disitu bumi dijunjung," kata Megawati.

 

Saksikan video pilihan berikut:

 

 

 

Artikel Selanjutnya
PAN: Pilkada 2018 Pertaruhan untuk Jokowi
Artikel Selanjutnya
3 Pilkada di Banten Diikuti Calon Tunggal, Parpol Minim Kader?