Sukses

Bisakah Banjir Jakarta Dicegah?

Liputan6.com, Jakarta - Banjir Jakarta kembali melanda sejumlah titik pada 11 dan 12 Desember 2017. Di antaranya, Jalan HR Rasuna Said, Terowongan Dukuh Atas, dan Terowongan Stasiun Cawang yang berdampak pada kemacetan panjang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, selain pompa yang tidak berfungsi, banjir juga disebabkan saluran air yang terhambat karena proyek pembangunan LRT dan MRT.

"Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air, proyek harus jalan, tapi saluran air juga harus diperhatikan, karena itu merepotkan warga," ujarnya.

Untuk mengantisipasi banjir Jakarta , Anies menginstruksikan aparat pemerintah yang bertugas melaksanakan tiga langkah utama, yaitu harus posisinya siap, tanggap, dan galang.

Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

1 dari 3 halaman

Penanganan Sederhana Banjir ala JK

Jusuf Kalla dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York (dokumentasi PBB)

 Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK mengingatkan banyak masalah mendasar di DKI yang tak dibenahi dengan baik oleh para pejabatnya. Masalah itu terutama terkait sampah dan banjir.

JK mengungkapkan alur air hingga membuat Jakarta banjir. Menurut dia, masalah penanganan banjir sebenarnya sederhana jika disikapi dengan tepat.

"Banjir itu kan sederhana saja, lebih banyak air masuk daripada keluar. Kenapa air masuk ke Jakarta? Karena dari Bogor, hutan di Bogor sudah tidak ada dan sebagainya. Kenapa tertahan di Jakarta? Karena selokan penuh sampah. Begitu sederhananya. Begitu juga kota lain. Bagaimana selesaikan itu secara sederhana," jelas JK di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dia juga memberi saran agar pejabat di Jakarta memberikan instruksi kepada masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam menangani masalah ini. Mereka diminta dapat bertanggung jawab terhadap lingkungannya masing-masing.

 

2 dari 3 halaman

Anies Salahkan Proyek MRT-LRT Bikin Banjir

Gubernur DKI Anies Baswedan memantau titik banjir dan genangan di kawasan Dukuh Atas. (Liputan6.com/Delvira Chaerani Hutabarat)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selain pompa yang tidak berfungsi, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Senin 11 Desember 2017 kemarin, juga disebabkan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan LRT dan MRT.

"Gatsu (Jalan Gatot Subroto) daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek lain,” kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek itu untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proyek pembangunan, namun tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu ia memastikan akan menindak tegas.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
BMKG: Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
Artikel Selanjutnya
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Siang Nanti