Sukses

Kapolri: Tewasnya Bahrun Naim Hanya Sebatas di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku belum mendapat informasi valid terkait kematian buronan teroris Indonesia Bahrun Naim.

"Oleh karena itu, sekarang kami berpendapat bahwa info tewasnya Bahrun Naim itu sebatas pada medsos," kata Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut Tito, pihaknya sudah berkoordinasi dengan otoritas pemerintahan Suriah, tempat di mana Bahrun Naim dikabarkan tewas. Namun, hingga kini belum ada informasi yang pasti terkait kematian pria tersebut.

"Tapi kami sudah konfirm dengan beberapa sumber lain. Intelijen yang memiliki akses di sana, mereka belum mengetahui pastinya," ucap Tito.

Polri menetapkan Bahrun Naim sebagai DPO atas serangkaian aksi teror di beberapa daerah di Indonesia. Misalnya, ketika aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari 2015 lalu.

Bahrun Naim telah berada di Suriah. Di sana Bahrun Naim disebut-sebut menjadi tokoh sentral yang mengendalikan dan memerintahkan sejumlah aksi teror di dalam negeri.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Kabar Terakhir Bahrun Naim

Sementara itu, Bahrun Naim terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang tinggal di Solo, Jawa Tengah, sekitar dua bulan lalu.

"Keluarga melihat validitas kabar itu. Perlu dilacak siapa yang menyebarkan pertama. Yang jelas sampai detik ini belum ada pemberitahuan apa pun," kata pengacara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Ansharie, di Solo, Rabu 6 Desember 2017.

Keluarga di Solo sudah lama tidak komunikasi dengan Bahrun Naim. Terakhir kali saling memberi kabar pada dua bulan lalu. Obrolan waktu itu sebatas menanyakan kabar.

"Bahrun Naim (waktu itu) ya ngakunya di Suriah waktu itu. Tapi siapa yang bisa menjamin dia ada di Suriah," ujar Anis.

Setahun lalu keluarga melakukan jumpa pers. Itu dilakukan setelah Bahrun Naim dianggap sebagai dalang serangan teror di kawasan Thamrin, Jakarta. Di hadapan media, keluarga dalam hal ini diwakili adik Bahrun Naim mengaku tak tahu-menahu apa yang dilakukan Bahrun Naim.

"Sejak konferensi pers dahulu keluarga sudah menyatakan bahwa Bahrun Naim sudah dewasa. Itu pertanggungjawaban pribadi Bahrun Naim, bukan keluarga," jelas dia.

Keluarga enggan untuk mencari tahu keberadaan Bahrun Naim. Jika memang Bahrun Naim masih tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI), harusnya yang bergerak mencari kebenaran kabar itu adalah negara.

"Sejak dia pergi, sudah jarang komunikasi dengan keluarga. Keluarga juga tidak tahu apakah dia sudah pindah kewarganegaraan," kata Anis.

Artikel Selanjutnya
Kepala BIN dan Wakapolri Jadi Pengurus Dewan Masjid
Artikel Selanjutnya
3 Jenderal Polri Maju Pilkada, Ini Jurus Kapolri Jaga Netralitas