Sukses


Ketua MPR Mendukung Penuh Pesawat Buatan Lokal

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dengan mendukung produk dalam negeri yaitu pembuatan pesawat.

Hal itu dikatakan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat mengunjungi PT Dirgantara, Bandung, Senin, (11/12/2017). Sebelumnya, Zulkifli Hasan sempat mengunjungi PT Pindad pada bulan lalu untuk melihat pembuatan senjata produksi lokal.

“Kita datang ke sini untuk mendukung penuh industri startegis ini. Pasalnya dengan adanya pesawat buatan sendiri, tentu akan bermanfaat karena Indonesia adalah negara kepulauan dan pesawat itu bisa menjangkau,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia berharap, bentuk dukungan tersebut perlu adanya sinergi dari lembaga-lembaga lain agar untuk membeli pesawat bisa lewat PT Dirgantara.

“Ya, Angkatan Darat, Laut, Udara mapun Polri bisa kok pesan di sini, itu adalah bentuk dukungan. Jangan sampai, terpengaruh untuk pesan ke negara lain,” imbuh Zulkifli Hasan.

Jangan sampai, lanjut Zulkifli Hasan, nantinya karena tidak didukung, Sumber Daya Manusia (SDM) enggan untuk berkarya di negara sendiri.

“Kita mempunyai SDM yang bagus, jangan sampai mereka—SDM—itu pada pergi ke tempat lain,” tutur Zulkifli Hasan.

Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan sempat melihat beberapa pesawat buatan PT Dirgantara, mulai dari pesawat Angkata Udara hingga Pesawat N219 yang mampu N219 menjajal jalur penerbangan perintis serta dapat mendarat di landasan pacu berkerikil dan berumput.

Setelah kunjungan ke PT Dirgantara, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyempatkan hadir untuk berbincang dengan ‘Netizen’ di Hotel Aston, Cihampelas, Bandung.

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan perlu adanya peran dari masyarakat agar hak-hak kewarganegaraan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Sebagai contoh, mengenai sampah, jangan mengandakan Walikota saja  untuk membersihkannya, perlu adanya peran masyarakat seperti para netizen agar masalah sampah terselesaikan,” imbuh Zulkifli Hasan dalam acara dengan tema ‘'Tantangan Nasionalisme Abad 21’, Senin (11/12/2017).

Tak hanya itu, ia berkomentar dengan adanya masalah di Bali mengenai kasus penolakan Ustadz di Bali. Hal itu dikarenakan adanya oknum yang perlu ditindak tegas untuk mencegah perpecahan bangsa Indonesia.

“Jangan langsung mem-bully, mari akhiri kebencian. Jangan menghalalkan semuanya demi kekuasaan. Harus saling menghormati satu sama lain,” imbuh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Anggota Baru di Kabinet Jokowi
Artikel Selanjutnya
Inginkan Cak Imin di Kursi Pimpinan DPR, PKB Dorong Revisi UU MD3