Sukses

Sempat Terpuruk, Penerbangan Indonesia Kini Berhasil Bangkit

Liputan6.com, Tangerang - Hari ini, tepat 7 Desember 2017 diperingati sebagai Hari Penerbangan Internasional. Dunia penerbangan di Tanah Air pun sempat menjadi sorotan, terutama soal aspek keselamatan.

"Naik turun dan banyak yang komplain terkait safety," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso saat meninjau langsung ruang kontrol GMF di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, Kamis (7/12/2017).

Agus menyebut, penerbangan Indonesia sempat terpuruk di kancah dunia pada 2014. Hingga, pada 2017 ini berhasil bangkit.

"Sekarang urutan Indonesia dalam segi penerbangan ada di posisi ke-55, sebelumnya menukik tajam di angka 151," ucap dia.

Agus mengatakan, kebangkitan itu bisa dicapai lantaran pihaknya bersinergi secara gencar bersama operator, seperti para maskapai dan pengelola bandara untuk meningkatkan kualitas penerbangan.

"Ini kami lakukan untuk bisa bersaing di level dunia. Dan pastinya dapat meningkatkan gairah ekonomi untuk negeri ini. Nyawa penumpang sangat berharga, makanya kami komit soal keamanan," kata Agus.

Dia mengatakan, hal tersebut juga sesuai dengan kampanye keselamatan penerbangan yang terus digadang Kemenhub. Kampanye ini bukan saja pada pesawatnya, melainkan mengutamakan penumpangnya.

"Tidak sampai di sini aja, karena safety itu adalah services utama operator maupun terhadap penumpang juga. Intinya keselamatan karena nyawa penumpang itu sangat berharga ini yang menjadi tekat kami bersama rekan-rekan semua," tutur Agus.

1 dari 2 halaman

Di Atas Singapura dan Rusia

Sebelumnya, Agus juga mengatakan bahwa dengan pemenuhan keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 81,15 persen, maka posisi Indonesia di atas beberapa negara lain.

"Dengan ini maka kita jadi yang nomor dua di ASEAN, di atas kita masih ada Singapura. Tapi kan kita punya kompleksitas yang berbeda dengan Singapura," ujar Agus.

Bahkan dengan perbaikan yang dicapai tersebut, Indonesia mengungguli negara-negara besar di dunia seperti Rusia, India, Portugal, dan Qatar yang presentase keselamatan penerbangannya masih di bawah 80 persen.

"Kita ini negara besar, ada lebih dari 200 bandara di Indonesia, jadi untuk mencapai prestasi ini tidak gampang, jadi sebenarnya tidak bisa dibandingkan dengan negara hanya dengan sedikit bandara," tambah dia.

Agus mengungkapkan, dengan prestasi yang dicapai ini diharapkan akan semakin banyak maskapai asing untuk membuka rute ke Indonesia. Begitu juga dengan maskapai Indonesia bisa ekspansi rute ke luar negeri.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Klasemen Liga 1: Persib Tertahan di Papan Tengah
Artikel Selanjutnya
Top 10 Bola: Kesuksesan Timnas Indonesia U-19 Hajar Myanmar