Sukses

KSP: Kontestan Pilkada Hindari Hoax, Kedepankan Adu Gagasan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut sejumlah wilayah provinsi, kota dan Kabupaten sebagai daerah rawan konflik selama pelaksanaan Pilkada serentak pada 2018 mendatang.

Terkait hal itu, Staf Khusus Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho mengharapkan agar para pasangan calon (paslon) kepala daerah lebih mengedepankan adu gagasan, visi-misi dalam membangun daerah dan mendukung program pembangunan pada Pilkada 2018 mendatang.

"Hindari kampanye hitam, hoax, dan mobilisasi politik yang bertujuan membelah atau meresahkan masyarakat," kata Dimas kepada Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Penyebaran hoax dan dan isu sentimen SARA, dianggap menjadi salah satu pemicu konflik. Karena itu Dimas meminta para paslon kepala daerah lebih menonjolkan kontestasi program ketimbang kontestasi figur.

"Pelaksanaan Pilkada lebih mengedepankan kontestasi program ketimbang kontestasi figur atau sentimen isu semata," ujar dia.

Dimas juga mengharapkan publik bisa menyadari bahwa sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, Pilkada merupakan momen politik yang sementara dan sarat kepentingan jangka pendek.

Menurut dia, kepentingan persatuan dan kesejahteraan nasional harus lebih diutamakan karena berdampak jangka panjang.

"Sudah saatnya kualitas demokrasi dan proses deliberasi politik didasarkan pada gotong royong dan hikmat kebijaksanaan sebagaimana esensi Pancasila menjadi standar dinamika politik kita hari ini," ucap Dimas.

 

1 dari 2 halaman

Tidak Buat Gaduh 

Dimas Oky juga kembali mengingatkan pernyataan Presiden Jokowi yang ingin pelaksanaan pilkada tidak membuat kegaduhan di wilayah politik. 

"Pilkada dan hasil-hasil politiknya nanti harus mampu menghadirkan kebermanfaatan kepada rakyat dan jaminan kesinambungan program pembangunan ekonomi politik kebangsaan," ucap dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyoroti ada beberapa wilayah yang rawan konflik saat Pilkada 2018 mendatang.

Tito mencatat, ada enam wilayah yang rawan konflik pada Pilkada yang digelar di 171 daerah secara serentak. Daerah tersebut di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.

"Saya memberi catatan ke daerah tertentu, seperti Jabar, Jateng, Jatim, saya berikan atensi, kemudian Kalbar, Sulsel, Papua," ujar Tito di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Oktober 2017. 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
PDIP Jateng: Kalau Mau Koalisi Pilkada, Datanglah ke Jakarta
Artikel Selanjutnya
Fadli Zon: Partai Gerindra Tidak Mengenal Kelompok Saracen