Sukses

Menag: Palestina Tak Hanya Masalah Umat Islam, tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan dukungan Indonesia kepada Palestina bukan semata karena faktor agama.

Menurut dia, hal tersebut telah diamanatkan dalam UUD 1945 tentang jaminan hak kemerdekaan setiap orang dan negara.

"Masalah Palestina itu tidak hanya semata-mata masalah umat Islam saja. Ini sudah menjadi amanat pembukaan UUD kita di mana setiap orang harus dijamin hak kemerdekaannya," ucap Menteri Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Lukman menegaskan, Indonesia akan terus konsisten mendukung Palestina mendapatkan kemerdekaannya. Dia pun menilai sikap Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah mengingkari proses perdamaian antara Palestina-Israel.

"Jadi ini tidak hanya sekedar problem umat Islam semata, tapi ini problem kemanusiaan, ini problem upaya orang mendapatkan hak kemerdekaan. Jadi ini menjadi problem semua kita," jelas Menag Lukman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusannya tersebut "bertentangan" dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh dekade.

Pengumuman Trump sekaligus menandai langkah awal pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan," ujar Trump saat berpidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari nytimes.com, Kamis (7/12/2017).

1 dari 2 halaman

Jokowi Mengecam

Presiden Jokowi mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia meminta agar AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa pengakuan sepihak AS tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Pengakuan ini, kata Jokowi, juga dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Saksikan vidio pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Ma'arif NU Akan Dirikan Sekolah untuk Rohingya di Myanmar
Artikel Selanjutnya
JK Ungkap 4 Faktor Konflik Rohingya di Myanmar