Sukses

PPP: Hadi Tjahjanto Akan Teduhkan TNI Hadapi Tahun Politik

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau akrab disapa Romi, menilai sosok calon Panglima TNI Hadi Tjahjanto bisa membawa TNI menjaga netralitas, khususnya di tahun politik.

"Beliau juga saya yakin mampu memposisikan TNI tetap berada di zona Sapta Marga yang netral terhadap kekuatan politik manapun. Saya juga yakin Hadi sosok yang akan meneduhkan TNI menghadapi tahun politik mulai 2018 nanti," ungkap Romi kepada Liputan6.com, Rabu (6/12/2017).

Ia juga menyatakan, Hadi mampu menjaga keharmonisan hubungan dengan Polri. Terlebih dalam situasi yang sempat menegangnya tensi antara TNI dengan lembaga negara yang lain, terutama soal pembelian senjata yang diungkapkan Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Hal ini penting di tengah situasi sempat menegangnya tensi antara TNI dengan satu, dua lembaga negara yang lain, atas ungkapan yang cukup insinuatif dari Panglima TNI beberapa waktu lalu soal pembelian senjata," kata Romi.

Dia yakin, DPR akan memproses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Hadi sebagai calon Panglima TNI dengan cepat. Sebab, Hadi merupakan sosok tentara profesional yang lahir dari rahim rakyat kebanyakan.

"Keluarganya juga warga biasa, tapi ketekunan, dedikasi dan kerja kerasnya mengantarkan yang bersangkutan meniti keberhasilan," tutur Romi.

1 dari 2 halaman

Fit and Proper Test

Komisi I DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini, Rabu (6/12/2017). Rencananya, uji kepatutan dimulai pukul 10.00 WIB.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, proses uji kelayakan Hadi Tjahjanto akan dilaksanakan secara terbuka, terutama saat pemaparan visi misi dari calon Panglima TNI. Setelah itu, prosesnya digelar secara tertutup.

"Ketika pendalaman, karena ada banyak mungkin hal-hal yang sifatnya rahasia kita laksanakan tertutup," kata Hassanuddin.

Dia menjelaskan, pendalaman nantinya mengenai pengadaan alutsista hingga kegiatan-kegiatan lain. Untuk 45 menit awal saat uji kelayakan, akan dilakukan pemeriksaan administrasi.

"Kemudian 10.45 WIB baru kita mulai fit and proper test, setelah itu kita akan tertutup untuk memutuskan menolak atau menyetujui itu," ujar dia.

Hasanuddin mengatakan, kemungkinan penolakan anggota Komisi I DPR terhadap pencalonan Hadi Tjahjanto juga kecil. "Selama ini berdasarkan pengalaman, prinsipnya Komisi I tidak pernah menolak karena itu adalah pilihan terbaik," kata dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: