Sukses

Usai dengan Khofifah, PPP Ngopi Bareng Gus Ipul di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar agenda Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Halaqah para kiai PPP di Surabaya, Jawa Timur, Minggu petang kemarin.

Rapimwil partai berlambang Kabah ini menghadirkan dua kandidat calon Gubernur Jatim. Usai Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi misi, giliran PPP yang Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan, membangun sebuah provinsi tidak semudah yang digembar-gemborkan sebagian orang. Membangun sebuah provinsi tidak bisa hanya dilakukan dengan tebar uang.

"Kalau hanya kasih uang ke mana-mana, kasih sumbangan, kasih program itu siapa saja bisa melakukan. Tidak perlu berilmu tinggi, siapa pun bisa," tutur Gus Ipul, Minggu 3 Desember 2017.

Gus Ipul mengatakan, kekuatan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sangatlah terbatas. Berbeda dengan keuangan pemerintah pusat yang bisa menggunakan program-program bantuan langsung ke masyarakat.

Oleh karena itu, menurut dia jadi gubernur itu tidak bisa sok jago. Apalagi sok paling bisa mengatasi kemiskinan karena pemprov tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membagi uang ke masyarakatnya.

"Saya selalu teringat pesan para kiai, termasuk para kiai PPP. Para kiai selalu berpesan, jangan sok jago kalau jadi gubernur. Selalu ajak semua pihak bersama dan mintalah pertolongan pada Allah," kata Gus Ipul.

Permintaan pada Allah inilah yang selama ini telah dia lakukan bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan cara menutup seluruh lokalisasi di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 47. Dengan memberantas kemaksiatan maka pertolongan dari Allah diharapkan bisa diraih sehingga pembangunan bisa dilakukan dengan baik.

"Setidaknya ada tiga masalah yang masih menjadi PR dan harus diselesaikan," ucap bakal cagub yang diusung PKB dan PDI Perjuangan ini.

Tiga masalah itu salah satunya adalah jumlah kemiskinan. Selama 10 tahun bersama Soekarwo memimpin Jawa Timur, kemiskinan sebenarnya telah berkurang drastis dari 16 persen saat ini menjadi 11,7 persen.

"Sebanyak 11,7 persen ini memang masih besar. Tapi Jatim adalah provinsi dengan kontribusi penurunan kemiskinan terbesar. Inflasi di Jatim juga selalu terkendali. Banyak daerah yang juga luar biasa, salah satunya Banyuwangi di mana pengurangan kemiskinannya adalah yang tercepat," ujar Gus Ipul.

1 dari 2 halaman

Tetap Ingin Silaturahmi

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga sempat meminta izin agar tetap bisa bersilaturahmi dengan PPP. Bahkan meski kelak rekomendasi PPP tidak diberikan kepadanya,  silaturahmi dengan para kiai PPP tetap akan dia lakukan.

"Nanti meskipun saya tidak diundang, tapi kalau para kiai PPP haul, misalnya, saya tetap akan datang. Karena saya sudah dari dulu dekat dengan para kiai. Ada kesamaan hati saya dengan PPP," ucap dia.

Gus Ipul mengaku selama ini ke PPP bukan hanya menjelang pilkada. Sudah sejak lama, silaturahmi dengan para kiai dan pengurus PPP dilakukan. Bahkan untuk menjaga silaturahmi ini, ketika PPP membuka pendaftaran bakal calon gubernur, Gus Ipul juga mendaftar.

"Meskipun saya tahu belum tentu PPP memberikan rekomendasi, tapi ini semata untuk mengajak PPP bersama dan menjaga silaturahmi yang selama ini telah terjalin. Hati saya itu sebenarnya PPP," ujar Gus Ipul.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer bahkan sempat mengatakan di depan forum bahwa para kiai dan Pengurus PPP sebenarnya mengharapkan Gus Ipul.

Bahkan Musyafak sempat berseloroh, "Bagaimana kalau rekomnya untuk Gus Ipul, DPW saja yang kasih rekomendasi?" Musyafak pun langsung mendapatkan tepuk tangan mereka yang hadir.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: