Sukses

Menginap di Pacitan, Ibas Demokrat Buka Posko Bencana

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas membuka posko tanggap darurat bencana di Desa Karanganyar Kecamatan Kebonagung Pacitan.

Saat meninjau korban banjir dan longsor, Ibas mengaku sangat prihatin melihat kondisi para pengungsi terutama yang kehilangan tempat tinggal di wilayah yang masih terisolir akibat longsor.

"Kami sudah berkordinasi dengan jajaran pemerintah baik di tingkat daerah, provinsi dan pusat untuk membantu proses pemulihan pasca musibah. Insyaallah keadaan warga Pacitan bisa cepat pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Ibas saat meninjau Posko, Sabtu, 2 Desember 2017.

Di lokasi ini, Ibas yang telah menginap selama tiga hari di Pacitan ikut memasak bersama ibu-ibu yang menjadi relawan juru masak di dapur umum.

Selain itu, putra kedua Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu juga membuka klinik pengobatan gratis kepada warga korban bencana. 

"Pak Kades (Kepala Desa) dan bapak ibu mohon bersabar. Mari kita berdoa bersama agar musibah ini cepat berlaku dan masyarakat Pacitan bisa segera pulih," ujar dia.

Ibas juga menyerahkan paket bantuan sembako, dan sejumlah kebutuhan pokok para korban terdampak agar dapat melanjutkan rutinitas harian.

 

1 dari 2 halaman

7 Hari Tanggap Darurat

Usai banjir dan longsor yang menimpa Pacitan, pada Selasa, 28 November 2017, Bupati Indarto menetapkan tanggap darurat untuk kabupaten di Jawa Timur itu selama tujuh hari ke depan. Pasalnya, Pacitan mengalami musibah banjir paling parah akibat cuaca ekstrem.

Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Diannita Agustinawati, saat ditemui menuturkan penetapan status tanggap darurat ini diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat.

"Ini sudah ditetapkan Bupati, kondisi tanggap darurat selama tujuh hari ke depan," tuturnya, Jumat, 1 Desember 2017.

Menurut dia, jika nanti diperlukan, maka status tanggap darurat akan diperpanjang menyesuaikan kondisi di lapangan. Saat itu, Kepala BPBD Pacitan, Windarto, ketika dikonfirmasi menambahkan bahwa ada empat korban meninggal, terdiri dari tiga orang korban longsor dan satu orang korban banjir.

"Dilaporkan hilang ada enam orang, diduga empat orang tertimbun longsor, sedangkan dua yang lain terseret banjir," kata dia.