Sukses

Anies Tutup Pidato Paripurna DPRD dengan Cerita Bukit Duri

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan visi-misinya di sidang paripurna DPRD DKI pada hari ini.

Anies menjelaskan program-program prioritas selama kampanye, yaitu mendorong terciptanya lapangan kerja dan wirausaha baru, serta mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas untuk semua.

Anies Baswedan juga memastikan biaya hidup yang lebih terjangkau, meliputi air bersih, bahan pangan pokok, rumah rakyat, serta transportasi publik.

Usai menyampaikan visi-misinya, Anies menutup pidatonya dengan cerita saat masa kampanye. Dengan suara bergetar, dia menyampaikan beban berat yang dititipkan dari warga gusuran Bukit Duri kepadanya.

Anies bercerita, pada 9 Januari 2017 lalu, dia berkunjung ke Bukit Duri. Di sana, di antara puing-puing gusuran rumah, Saidah, ibu 50 tahun yang rumahnya telah rata dengan tanah, mendatangi dengan menggendong seorang anak.

1 dari 2 halaman

Disambut Tepuk Tangan

"Lalu Beliau lepas kain selendang penggendongnya dan mengalungkan selendang batik ini kepada saya. Lalu ia berpesan, 'Pak Anies, selendang ini yang saya pakai untuk menggendong anak saya. Nanti saat Bapak menjabat, Bapak gendong anak-anak Jakarta. Bapak gendong anak-anak Jakarta. Kami titipkan anak-anak kami, Pak',” kata Anies.

"Selendang ini adalah selendang terberat yang pernah terkalungkan di leher saya. Ia adalah selendang pengingat amanah Saudara-Saudara semua," tambah Anies.

Usai menutup pidatonya dengan cerita Bu Saidah, tepuk tangan hadirin membanjiri ruang rapat paripurna DPRD DKI.

Saksikan vidio pilihan di bawah ini: