Sukses

Nelayan Bangladesh Tolong Ribuan Etnis Rohingya di Perbatasan

Liputan6.com, Rakhine - Sekelompok nelayan Bangladesh nekat menyelamatkan pengungsi etnis Rohingya, dengan cara menjemput bola di garis pantai Provinsi Rakhine. Mereka berusaha membawa sebanyak mungkin pengungsi melewati perbatasan.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (14/11/2017), para pengungsi itu rata-rata sudah terjebak di pantai selama dua bulan, menunggu bala bantuan dalam keputusasaan.

Kondisinya sangat memprihatinkan, termasuk bayi-bayi yang terpaksa lahir di pantai dan banyak pengungsi yang kekurangan gizi. Aksi para nelayan ini terbilang nekat, karena melawan hukum di Myanmar maupun Bangladesh.

Mereka terancam dipenjara bila ketahuan menyelundupkan pengungsi. PBB menyebut sejak Agustus 2017, lebih dari 600 ribu pengungsi melarikan diri ke Bangladesh.

Di Irak, gempa 7,3 skala richter, yang mengguncang perbatasan Irak-Iran, dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 330 jiwa. Di Iraq, gempa yang membuat setidaknya 535 warga cedera terjadi di wilayah utara di kawasan Semiotonomi Kurdi.

Sebuah video dari Darbandhikan menunjukkan kerusakan parah, kota yang paling terdampak gempa terparah. Pusat gempa sendiri berada di luar bagian timur Kota Halabja, Irak.

Kerusakan terparah terjadi di Provinsi Kermanshah, lokasi Gunung Zagros di perbatasan Iran-Irak, dengan penduduk rata-rata sebagai petani. Menurut televisi Iran, aksi penyelamatan terus berlangsung siang dan malam.

Sementara di negara Kepulauan Faroe, yang terbilang terkecil dan hanya berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa, kini bisa diakses secara online berkat jasa seekor domba yang merekam rute perjalanannya lewat kamera yang ditaruh dipunggungnya.

Selama bertahun-tahun, sebelumnya negara kecil ini tak bisa diakses melalui Google Street View. Namun bekrat jasa sang domba, yang menjalankan misinya bisa merekam keberadaan negara kepualauan terpencil di utara Atlantik ini.