Sukses

PDIP Timbang 4 Nama Jadi Bakal Calon Gubernur NTT

Liputan6.com, NTT - Ketua DPD PDIP Provinsi NTT Frans Lebu Raya menyatakan, sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP siapa calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan diusung dalam Pilkada 2018. Meski begitu, ada empat nama yang kini tengah dipertimbangan untuk diusung.

"Sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP," ujar Lebu Raya, Minggu (12/11/2017).

DPD PDIP NTT, kata dia, beberapa hari lalu telah menyelenggarakan rapat koordinasi daerah (Rakorda), terkait evaluasi Pilkada 2017 dan persiapan menghadapi Pilkada 2018. Pada rapat koordinasi tersebut terdapat tiga nama yang diusulkan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk disurvei.

Setelah dilakukan survei, maka partai berlambang banteng bermoncong putih itu segera memutuskan nama calon yang bakal diusung pada Pilgub NTT 2018.

"Kemarin yang disebut ada tiga nama, tetapi mungkin ada beberapa lagi yang nanti kita libatkan, termasuk di luar kader partai. Kita akan lakukan survei, sejauh mana hasil survei itu akan kita umumkan dalam waktu dekat. Jadi prinsipnya rakorda kemarin itu belum memutuskan siapa yang akan diusung," kata Gubernur NTT dua periode ini.

Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Obet Matara mengatakan, ada empat nama yang masih diseleksi DPD PDIP NTT. Empat bakal calon gubernur itu yakni Raymundus Sau Fernandez, Kristo Blasin, Lusia Adinda Dua Nurak, dan Daniel Tagu Dedo.

Menurut Nelson, empat bakal calon itu akan disurvei guna mengetahui elektabilitas dan popularitas masing-masing kandidat di masyarakat. Nantinya, satu orang ditetapkan sebagai calon gubernur.

"Tim akan merumuskan ini, dalam hal ini DPD kemudian dalam dua hari ke depan agar keputusan ini untuk disampaikan kepada Dewan Pimpinan Cabang PDIP sehingga ditindaklanjuti," ungkap Nelson.

 

1 dari 2 halaman

Rapatkan Barisan

Menurut dia, dalam rakorda juga ditetapkan sejumlah nama calon bupati dan wakil bupati yang juga akan disurvei. Inti dari rakorda yang dilakukan adalah merapatkan barisan dan bersatu hati dengan pola gotong royong untuk memenangkan pilkada di sejumlah kabupaten dan provinsi.

PDIP akan menempatkan kader di kabupaten yang menggelar Pilkada 2018. "Entah sebagai calon bupati atau wakil bupati, harus ada kader PDIP termasuk calon gubernur," ucapnya.

Nelson juga menegaskan, seluruh kader yang maju sebagai bakal calon gubernur dan bupati maupun wakil bupati harus realistis dan siap untuk menerima keputusan ditetapkan sebagai calon maupun ketika tidak diakomodir sebagai calon.

 

Artikel Selanjutnya
Staf Khusus Jokowi Maju di Pilkada Papua 2018
Artikel Selanjutnya
PDIP Jateng: Kalau Mau Koalisi Pilkada, Datanglah ke Jakarta