Sukses

Makna Filosofis Siraman dalam Rangkaian Pernikahan Kahiyang-Bobby

Calon pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution sudah melangsungkan rangkaian acara pernikahan.

Liputan6.com, Jakarta - Calon pengantin Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution sudah melangsungkan rangkaian acara pernikahan. Keduanya yang akan mengikat janji suci, Rabu 8 Oktober 2017, terlebih dahulu harus melakukan prosesi siraman.

Kahiyang Ayu melangsungkan siraman di kediaman Jokowi, Jalan Kutai Utara, Kota Solo, Jawa Tengah. Adapun Bobby Nasution menggelarnya di lantai 19 Hotel Alila, Solo.

Prosesi siraman atau memandikan calon mempelai adalah simbolisasi membersihkan diri lahir batin kedua calon mempelai sebelum puncak acara panggih (dipertemukan). Keduanya dimandikan oleh orang-orang tercinta.

Menurut situs pernikahan adat Jawa, acara siraman diawali dengan sungkem calon pengantin kepada orangtua untuk mohon doa restu. Setelah itu, calon pengantin dibimbing ke tempat siraman yang sudah disiapkan.

Siraman dimulai dari kedua orangtua pengantin diikuti oleh pini sepuh yang telah dipilih. Air wudu lalu dikucurkan oleh sang ayah dari kendi siraman. Kemudian kendi dipecahkan oleh kedua orangtua sebagai tanda pecahlah pamor sang anak sebagai wanita dewasa dan memancarlah sinar pesonanya.

Acara potong rambut, diikuti dengan menggendong ananda ke dalam rumah melambangkan kasih sayang orangtua yang senantiasa mengiringi anaknya sampai detik terakhir menjelang tahap baru kehidupan sang anak.

Sebelumnya, Jokowi telah memasang bleketepe sebagai rangkaian prosesi pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Pemasangan bleketepe dilakukan di kediaman Jokowi di Solo.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Pemasangan Bleketepe

Dalam tradisi Jawa, bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50 cmx 200 cm.

Bleketepe yang dipasang di tarub dan mengelilingi area untuk pernikahan, merupakan perwujudan dari suatu tempat penyucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi.

Pemasangan bleketepe biasanya dilengkapi dekorasi atau hiasan dari tumbuhan, seperti pohon pisang raja, pohon tebu, daun beringin, buah kelapa gading dan lainnya. Pemasangan bleketepe dilakukan sendiri oleh orangtua mempelai wanita, sebelum prosesi siraman.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.