Sukses

Gending Spesial untuk Pernikahan Kahiyang-Bobby

Liputan6.com, Solo - Kelompok karawitan Peduli Seni bakal mengiringi pernikahan anak kedua Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, pada 8 November 2017. Peduli Seni telah menyiapkan 30 gending (lagu). Beberapa lagu di antaranya merupakan nyanyian spesial.

Peduli Seni mengaransemen komposisi musik karawitan yang sudah jarang diperdengarkan.

Koordinator Peduli Seni, Guntur Sulistiyono, menuturkan timnya sudah beberapa kali melakukan latihan. Walaupun kelompok seni karawitan ini sudah lama terbentuk, latihan dilakukan untuk menyelaraskan komposisi musik karawitan.

"Kita menyiapkan kurang lebih 30 gending. Ini kan pengrawit sudah lihai gamelan, tinggal latihan kekompakan," kata Guntur kepada Liputan6.com, Kamis (2/11/2017).

Sesuai dengan pesanan Gibran Rakabuming, karawitan yang digunakan untuk mengiringi pernikahan sang adik adalah musik Jawa klasik. Musik klasik ini akan digunakan pada setiap prosesi pernikahan.

"Jadi kita menyiapkan gending untuk tiap tahap prosesi pernikahan. Saat prosesi temu panggih ada gending Kodokngorek dan Larasmoyo. Saat prosesi Sungkeman, gendingnya Ladrang Mugirahayu. Saat prosesi kerobongan tembangnya Sriwidodo," ucap dia.

Guntur bersama timnya akan memperdengarkan aransemen gamelan yang sudah jarang diperdengarkan. Komposisi gamelan ini rencananya dihadirkan saat resepsi malam hari.

"Nanti saat acara hiburan, kita menampilkan komposisi kerawitan punya Ki Narto Sabdo. Kan, banyak karya Ki Narto Sabdo yang sekarang jarang didengar. Ada Gending Ayak-Ayak Songo Rangkep, Raket, Ladrang Pramudyo, Ketawang Pramudyo, tembang dolanan Lepetan," ujar Guntur.

 

 

1 dari 2 halaman

35 Pengrawit

Ada 35 pengrawit Peduli Seni yang ambil bagian mengiringi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Sebanyak 35 pengrawit itu dibagi dalam dua kelompok. Ada 10 pengrawit bakal menjadi bagian dalam gamelan Pakurmatan Corobalen.

"Gamelan ini tugasnya di luar, menyambut tamu-tamu," kata koordinator Peduli Seni yang anggotanya adalah karyawan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Kelompok kedua adalah gamelan Ageng yang dimainkan 25 pengrawit. Gamelan Ageng akan mengiringi acara inti, baik saat akad nikah dan resepsi pernikahan.

"Jadi kalau gamelan yang di luar itu adanya hanya di luar dan tugasnya pagi hari. Kalau gamelan Ageng tugasnya pagi dan malam," ujar Guntur.

Saksikan video pilihan di bawah ini: