Sukses


HNW Sampaikan 3 Hal Bila Ingin Merevitalisasi Pancasila

Liputan6.com, Jakarta
"Pancasila telah disosialisasikan oleh MPR sejak 2004-2009 hingga MPR periode saat ini," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) saat menjadi narasumber dalam Seminar Pembangunan Hukum Nasional dengan tema Revitalisasi Pancasila Dalam Rangka Penataan Regulasi Untuk Membangun Sistem Hukum Nasional, Jakarta, 26 Oktober 2017.
 
Meski telah disosialisasikan oleh MPR, HNW terus mendorong agar Pemerintah juga mengambil peran dalam sosialisasi Pancasila.
 
"Kami selalu menyampaikan hal ini kepada pihak eksekutif," ujar HNW.
 
Pemerintah diharap ikut mensosialisasikan Pancasila, sebab, menurut HNW, MPR memiliki keterbatasan. Disebut anggota MPR yang terdiri sebagai anggota DPR dan DPD, mereka mempunyai kesibukan yang luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
 
"Anggota DPR memiliki kesibukan yang luar biasa," paparnya. Keterbatasan lain adalah selain institusi MPR yang hanya ada di pusat juga keterbatasan anggaran yang dimiliki MPR. "Untuk itu Pemerintah harus melakukan sosialisasi Pancasila seperti Penataran P4 namun dengan kondisi yang berbeda," ungkapnya.
 
Sebagai pimpinan MPR dalam Periode 2004-2009 dan 20014-2019, dirinya selalu menyampaikan pentingnya sosialisasi Pancasila kepada Pemerintah. Dirinya bersyukur dalam masa Presiden SBY dan Joko Widodo, respon itu disambut dengan baik. Ia mencontohkan respon yang baik itu seperti dibentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPIP).
 
"Dengan adanya lembaga ini sosialisasi Pancasila bisa lebih dilaksanakan," ujarnya. "Kami berharap respon baik pemerintah itu bisa semakin mengokohkan Pancasila dan bisa hadir dalam kehidupan," ujarnya.
 
Dalam seminar tersebut, HNW menyebut bila Pancasila perlu direvitalisasi itu menunjukan seolah-olah Pancasila tak revital. Untuk itu drinya bersyukur dengan seminar itu ada kondisi kebangsaan yang layak dijadikan warning untuk memajukan Pancasila. Ia menyebut ada beberapa negara yang dulu eksis dengan ideologinya namun akhirnya bubar karena tak bisa mempertahankan ideologinya.
 
"Allhamdulillah, Indonesia yang beragam namun kita tetap bersatu," ucapnya. "Ini karena ada pemahaman Pancasila," tambahnya.
 
HNW menyebut ada 3 hal bila kita ingin melakukan revitalisasi Pancasila. Ketiga hal tersebut adalah, pertama, menyegarkan kembali sejarah tentang Pancasila, dari proses 1 Juni 1945 hingga 18 Agustus 1945. Kedua, memahami tantangan kebangsaan. Ketiga, semakin menggencarkan sosialisasi Pancasila.
 
"Seperti yang dilakukan oleh MPR dan UKPIP," paparnya.
 
 
(*)
 
 
Artikel Selanjutnya
Sekjen: Golkar Siap Bantu Jokowi Hadapi Tahun Politik
Artikel Selanjutnya
Megawati: Yang Sebar Isu Jokowi Diktator Pengecut