Sukses

Pemakaian High Heels Berakibat Buruk untuk Kesehatan?

Liputan6.com, Jakarta - Sepatu bertumit tinggi atau high heels menjadi salah satu andalan wanita untuk mempercantik penampilan. Namun benarkah pemakaian high heels justru berakibat buruk untuk kesehatan?

Seperti ditayangkan Fokus Sore Indosiar, Kamis (12/10/2017), wanita dan high heels seolah tak bisa dipisahkan. Sepatu tumit tinggi ini seakan menjadi jaminan bagi wanita masa kini yang ingin tampil fashionable.

Wanita memakai high heels untuk memperbaiki postur tubuh mereka agar tampak lebih jenjang dan langsing. Selain itu, heels juga bisa menambah keseksian mereka.

"Biasanya bisa cedera otot atau nyeri pada telapak kaki dan tumit. Karena ketika mengenakan high heels itu tekanannya lebih tinggi kan pada bagian tersebut sehingga bisa menimbulkan nyeri dan juga risiko jatuh jika high heelsnya terlalu tinggi. Kalau jangka panjang itu bisa merubah postur tubuh, misalnya menggunakan high heels yang terlalu tinggi itu bisa mengubah postur tubuh si penggunanya," jelas dr Theresia Rina Yunita.

Walau menunjang penampilan wanita, terlalu sering memakai high heels ternyata memiliki konsekuensi. Lalu bagaimana cara memakai heels dan terhindar dari rasa sakit?

"Harus cek ukuran high heels-nya, tidak terlalu kecil supaya tidak terlalu banyak gesekan terhadap kaki. Lalu kalau nyari high heels, kalau bisa haknya jangan terlalu runcing, cari yang lebih lebar supaya penekanan atau berat tubuh itu lebih terbagi rata. Penggunaannya juga disesuaikan dengan aktivitas. Misalnya high heels yang terlalu tinggi tidak boleh digunakan lebih dari 4 jam. Kalau high heels-nya pendek dan aktivitasnya lebih ringan, itu bisa digunakan lebih lama," papar dr Theresia Rina Yunita.

Agar tidak mengalami cidera, idealnya wanita disarankan tidak terlalu lama memakai high heels. Ukurannya sebaiknya jangan terlalu kecil supaya tidak terlalu banyak gesekan pada kaki. High heels dengan ukuran lebih lebar membuat penekanan berat tubuh lebih merata.