Sukses

Survei Indikator: Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat, masyarakat Indonesia merasa puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Sebanyak 68,3% masyarakat puas, itu total dari cukup puas sebesar 50,39% dan sangat puas 7,95%. Sedangkan 29,5% tidak puas, total dari kurang puas 27,23% dan tidak puas sama sekali 2,26%. Tidak tahu atau tidak menjawab 2,17%," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Burhanuddin menjelaskan, tingkat kepuasan publik ini seiring dengan kepercayaan masyarakat, bahwa Presiden Jokowi bisa memimpin Indonesia menjadi lebih baik daripada sekarang.

"Sebanyak 72,6% merasa yakin. Kemudian 22,6% merasa tidak yakin dan 4,8% menyebut tidak tahu," ujar dia.

Burhanuddin menyebut kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai Presiden mengalami fluktuasi yang cukup besar. Menurutnya, ini modal psikopolitik yang penting.

"Ini sebuah modal psikopolitik, penting sebagai dukungan politik pada kepemimpinan nasional, terlepas dari banyaknya masalah yang dihadapi bangsa ini," tegas dia.

Survei yang dilakukan 17-24 September 2017 ini menggunakan multistage random sampling dengan 1.220 responden di seluruh wilayah Indonesia. Adapun margin of error +/- mencapai 2,9%.

 

1 dari 2 halaman

Bukti Jokowi Bekerja

Politikus PDIP Puti Guntur Sukarno mengatakan, survei ini menjadi indikator bahwa kerja Presiden Jokowi selama ini bukanlah pencitraan, tapi membuktikan bekerja dengan baik.

"Kita bisa melihat bahwa ini salah satu pembuktian dari beliau mulai maju di pemilu dengan janjinya, bukan hanya janji manis saja. Ini tanda Pak Jokowi mendapat keyakinan dari masyarakat," kata Puti pada kesempatan yang sama.

Menurut Puti, PDIP maupun partai koalisi pemerintahan menyambut baik hasil survei tersebut. Sebab, masyarakat merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

"Ini hal yang menggembirakan bagi PDIP dan partai pendukung Jokowi-JK," Puti menandaskan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Peneliti LSI: Jokowi Sudah Berupaya Tekan Oligarki, Tapi...
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Kenapa Masih Wait and See untuk Investasi?