Sukses

Lebih 600 Orang Mendaftar Jadi Calon Legislatif PSI

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah membuka pendaftaran bagi putra-putri terbaik bangsa, untuk menjadi calon legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ketua Umum PSI Grace Natalie menyebutkan, lebih dari 600 orang telah mendaftar sebagai calon legislatif melalui partainya. Mereka umumnya dari kalangan profesional.

"Lebih dari 600 pendaftar online, offline belum. Jadi temen-temen belum input yang offline, jadi diperkirakan lebih dari itu. Dan bagus-bagus, rata-rata profesional, enggak ada orang parpol," ujar Grace saat kunjungan ke redaksi SCTV, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Kendati, kata Grace, tidak menutup kemungkinan partainya akan menerima calon legislatif dari kalangan politisi partai lain.

"Tidak menutup orang dari partai lain, karena nantinya diseleksi juga oleh juri independen," ujar dia.

Sebagai partai baru yang memiliki slogan Terbuka dan Progresif, Grace menyebutkan, proses seleksi calon legislatif di PSI akan dilakukan transparan serta melibatkan juri independen yang kredibel.

"Panel juri akan wawancara calon, dan seleksi di sosmed, jadi semua orang bisa akses rekaman itu dari proses yang dijalani," kata dia.

Keterbukaan sistem seleksi calon anggota legislatif tersebut, kata Grace, selain bertujuan untuk transparansi partai, sekaligus edukasi politik bagi masyarakat.

"Selama ini ada 560 anggota dewan di DPR, mereka tentu orang-orang terbaik, dong. Tapi selama ini rakyat enggak tahu proses seleksinya, kita enggak pernah tahu, tahu-tahu keluar hasilnya. Kita hanya tahu mereka ambil fomulir," papar dia.

Ketua Umum PSI itu menambahkan, juri independen yang akan dilibatkan mulai dari kalangan akademisi hingga tokoh yang kredibel, di antaranya pengamat politik Hamdi Muluk, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Memberantas Budaya Korupsi

Grace mengatakan biaya politik yang tinggi mengakibatkan politikus berlomba-lomba korupsi. Karena itu, partainya akan berusaha menekan budaya korup melalui sistem.

Grace menyebutkan, sistem yang akan dibangun itu di antaranya tidak mengharuskan seorang calon legislatif yang akan bergabung di PSI, mengeluarkan uang atau mahar politik. Justru dana partai berasal dari patungan anggota atau kader.

"Soal dana partai tentu butuh dana besar di politik. Akan bahaya banget jika seorang politisi ngutang untuk nyaleg, apalagi harus mengembalikan utang. Funding dana kita masih sambil cari format yang pas, tapi bagaimana metode dan format seperti apa kita sudah mau lakukan," kata dia.

Grace mengungkapkan, soal pendanaan partai juga tentunya akan dilakukan secara terbuka, untuk menghindari budaya korupsi atau mahar politik. Setiap kader harus menyumbangkan minimal setahun Rp 100 ribu dan maksimal tidak terbatas.

"Tapi buat donatur dari luar maksimal Rp 1 miliar per tahun dan ada laporannya. Kemarin ada yang nyumbang Rp 39 juta, di DKI Rp 117 juta, Rp 400 juta baru on the spot, belum transfer," beber mantan presenter SCTV itu.

Artikel Selanjutnya
Terinspirasi Jokowi, Giring Nidji Terjun ke Politik
Artikel Selanjutnya
PDIP Jateng: Kalau Mau Koalisi Pilkada, Datanglah ke Jakarta